43 Mahasiswa Papua Dipulangkan ke Asrama di Surabaya

CNN Indonesia
Minggu, 18 Agu 2019 13:52 WIB
Sebanyak 43 mahasiswa asal Papua dipulangkan ke asrama di Surabaya setelah diperiksa intensif oleh polisi terkait laporan perusakan bendera merah putih. Suasana asrama mahasiswa Papua mencekam saat didatangi kepolisian. (CNN Indonesia/Farid Miftah)
Surabaya, CNN Indonesia -- Polisi mengklaim sudah memulangkan 43 mahasiswa Papua ke Asrama Mahasiswa Papua, di Jalan Kalasan Surabaya, Minggu (18/8) dini hari tadi. Mereka dipulangkan usai menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resmi Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

"Tadi malam sudah (dipulangkan) pukul 00.00 WIB malam (dini hari), setelah selesai diperiksa semua dari 43 orang itu," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, Minggu (18/8).

Dari hasil pemeriksaan tersebut, kata Sandi, seluruh mahasiswa Papua mengaku tak tahu menahu perihal perusakan bendera merah putih yang ditemukan di depan asrama mereka.

"Dari hasil pemeriksaan mengaku tidak mengetahui (perusakan bendera), makanya sementara kita pulangkan ke asrama yang bersangkutan," ujar Sandi.


Sandi mengatakan pihaknya akan tetap mendalami keterangan para mahasiswa. Polisi kini masih mempelajari alat-alat bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

"Sementara masih kita pelajari karena itu ada 43 itu perlu dievaluasi secara menyeluruh, sehingga kita tahu bahan keterangannya secara utuh," kata dia.
Polisi Bebaskan 43 Mahasiswa Papua di SurabayaSuasana Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya saat didatangi kepolisian, Sabtu (17/8). (CNN Indonesia/Farid Miftah)

Sandi enggan membeberkan barang bukti apa saja yang ia temukan di dalam asrama mahasiswa Papua yang terletak di Jalan Kapasan, Surabaya tersebut.

"Kalau untuk barang bukti sedang didata masalah jumlah dan jenisnya," ujar dia.

Sementara itu, kuasa hukum mahasiswa Papua, Fatkhul Khoir menuturkan, bahwa kliennya telah di-BAP dan disangkakan Pasal 66 juncto Pasal 24 Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang Lambang Negara.

Penangkapan kliennya oleh polisi berdasarkan laporan salah satu ormas tentang perusakan bendera merah putih. Pelapor menuding mahasiswa Papua telah merusak tiang bendera dan membuang ke selokan.

"Namun saat ditanya, rata-rata mereka tidak tahu perusakan bendera mana yang dimaksudkan pelapor," kata Khoir, yang juga Ketua KontraS Surabaya.

Khoir menyebut sebenarnya para mahasiswa mau kooperatif memenuhi panggilan polisi. Namun mereka khawatir akan terjadi hal ya gvtak diinginkan jika keluar asrama karena pada Jumat sore massa mengepung tempat tersebut.

"Polisi sendiri tak memberi jaminan keamanan," ucap Khoir yang juga

Ia juga menyesalkan tindakan polisi yang mendobrak asrama dan menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa. Padahal, mahasiswa saat itu dalam kondisi terkurung dan ketakutan.
[Gambas:Video CNN] (frd/gil)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER