Ibadah ke-200 GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia di Depan Istana

CNN Indonesia | Minggu, 18/08/2019 18:54 WIB
Ibadah ke-200 GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia di Depan Istana Jemaat GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Depok menggelar ibadah ke-200 di seberang Istana Negara untuk mencari keadilan dari pemerintah. (CNN Indonesia/Aria Ananda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jemaat Gereja Kristen Indonesia/ GKI Yasmin Bogor dan Huria Kristen Batak Protestan/ HKBP Filadelfia Bekasi menggelar perayaan ibadah yang ke-200 serta perayaan upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 74 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Minggu (18/8).

Koordinator Pelaksana Kegiatan Ibadah Jamaah GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi Jayadi Damanik menyatakan ibadah serta Upacara Hari Kemerdekaan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi hak Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia yang hingga kini belum dapat mengakses gereja mereka.

"Tujuan kita tentu agar kelompok yang terdiskriminasi dan korban intoleransi seperti jamaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin juga dapat memperoleh haknya untuk menyelenggarakan ibadahnya di gereja masing-masing yang sampai sekarang belum bisa dipakai," Kata Jayadi saat ditemui di depan Istana Negara.

Jayadi menjelaskan kedua perkumpulan jemaat tersebut telah melakukan ibadah sejak tahun 2012 setiap dua pekan sekali di depan Istana Negara semenjak gereja mereka tak lagi dapat diakses.


"Yang pertama bahwa sekali dua minggu sejak Februari 2012 kita melakukan ibadah disini. Hari ini berketepatan ibadah ke-200 yang bertepatan juga perayaan hari raya kemerdekaan RI yang ke-74, jadi kami juga akan melakukan upacara bendera," Ujar Jayadi.
Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia Ibadah di Depan IstanaJemaat GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Depok menggelar ibadah ke-200 di seberang Istana Negara untuk mencari keadilan dari pemerintah. (CNN Indonesia/Aria Ananda)
Jayadi menjelaskan bahwa upacara bendera akan dilakukan setelah prosesi ibadah selesai.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, terlihat banyak jemaat duduk berkumpul menyerupai keadaan di gereja, namun tanpa dinaungi atap dan dinding.

Pendeta Harley Pattianakota dari Gereja Kristen Pasundan (GKP) memimpin acara ibadah pun berdiri di podium, tepat di depan para jemaat tersebut, di bawah tenda kecil yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara ibadah.

Beberapa jemaat terlihat memakai pakaian adatnya masing-masing, sambil membawa bendera Indonesia kecil di acara tersebut gesture memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Para Jemaat juga membawa payung yang digunakan untuk melindungi diri dari panas matahari. Alunan alat Musik dan nyanyian pun dilakukan pada bagian samping jemaat saat prosesi Ibadah dilakukan.

Pada acara tersebut, mereka melakukan Ibadah seperti pada umumnya serta menyanyikan lagu-lagu rohani diiringi lantunan alat musik.

Setelah prosesi Ibadah selesai, upacara bendera pun dilakukan. Para jemaat berdiri berbaris layaknya dalam keadaan upacara, lalu menurunkan payung yang mereka bawa.
Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia Ibadah di Depan IstanaJemaat GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Depok menggelar ibadah ke-200 di seberang Istana Negara untuk mencari keadilan dari pemerintah. (CNN Indonesia/Aria Ananda)

Upacara bendera berlangsung dipimpin oleh Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni.

Dalam Upacara tersebut, para jemaat kedua gereja menyanyikan lagu Indonesia Raya, melakukan pengheningan cipta, serta membaca UUD serta naskah proklamasi tahun 1945 seperti upacara bendera pada umumnya.

Ditemui selepas upacara, Budi mengatakan pemerintah harus segera bertindak dan memenuhi hak-hak berkeyakinan para jemaat yang kini tidak memiliki gereja untuk melakukan ibadah setiap pekan.

"Bisa dibayangkan, ibadah yang ke 200 kali setiap dua pekan sekali. Ini berarti sudah lebih tujuh tahun terjadi. Kebebasan beragama itu diatur oleh konstitusi. Pemerintah harusnya segera wujudkan hak-hak mereka untuk berkeyakinan, dan hapuskan diskriminasi pilihan beragama dan berkeyakinan," Ucap Budi.

Kedua gereja sebenarnya telah memenangkan putusan hukum dari Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2011.

Mereka telah dinyatakan memiliki hak membangun dan menggunakan gereja. Akan tetapi, aksi pembangunan berdasarkan putusan tersebut tidak dilanjutkan oleh oleh Wali Kota Bogor dan Bupati Bekasi.

Jayadi pun menyebutkan pihaknya kini hanya bisa berharap pemerintah dapat memenuhi hak para jemaat tersebut.

"Harapan saya pemerintah daerah dan pemerintah pusat berkenan hatinya tergugah supaya kita semua bisa menikmati suka cita tentang kemerdekaan ini, dengan memenuhi hak kami untuk membangun gereja kami," Katanya.
[Gambas:Video CNN] (ara/gil)