Buntut Ricuh Papua, Khofifah Akan Bangun Asrama Nusantara

CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 13:41 WIB
Buntut Ricuh Papua, Khofifah Akan Bangun Asrama Nusantara Aksi massa yang berujung kerusuhan di Manokwari, Senin (19/8). (STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa berencana mendirikan Asrama Mahasiswa Nusantara, di Surabaya. Khofifah mengatakan rencana pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara itu menyusul insiden kericuhan yang terjadi antara mahasiswa Papua di Surabaya dengan organisasi masyarakat (ormas). Peristiwa itu kemudian menjadi pemicu rusuh di Manokwari, Papua Barat.

Khofifah mengatakan, asrama nusantara berfungsi untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antarsesama mahasiswa lintas daerah. Gagasan tersebut disampaikan usai menggelar Silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim bersama para tokoh Papua di Rumah Dinas Kapolda Jatim, Senin (19/8) malam.

"Kita sebenarnya ini Kebhinekaan-nya itu banyak lapis-lapis luar, belum Kebhinekaan substantif. Lalu muncul gagasan bagaimana kalau mahasiswa kita siapkan asrama mahasiswa nusantara," ujar Khofifah.


Khofifah menjelaskan asrama mahasiswa nusantara nantinya akan diperuntukan bagi mahasiswa-mahasiswa lintas wilayah dan dari berbagai provinsi. Mereka akan berbaur dan tinggal bersama di asrama tersebut.
"Kita akan siapkan di plot Papua berapa, Kalimantan berapa, Sulawesi berapa. Jadi, ini sebenarnya memori kita semua, bagaimana sebetulnya Jong Java, Jong Celebes, Jong Borneo, itu semua mereka kemudian mengikrarkan dirinya," ujarnya.

Mantan Menteri Sosial RI ini juga mengatakan, dengan tinggal bersama dan berbaurnya para mahasiswa dari berbagai daerah ini, diharapkan bisa memunculkan rasa saling menghargai perbedaan, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.

"Dengan adanya asrama mahasiwa nusantara, untuk bersama-sama mengikatkan komitmen inilah tumpah darah kita Indonesia," ucapnya.
Menurutnya keberagaman suku, bahasa seta adat istiadat mading-masing mahasiswa daerah, akan memunculkan rasa tepo seliro, hormat dan rasa saling percaya. "Di situlah ada muncul understanding, trust, dan respect diantara mereka yang berasal dari berbagai daerah," tuturnya.

Kendati demikian, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) itu belum mengatakan di mana lokasi asrama tersebut akan dibangun pihaknya. "Lokasinya ada, tapi nanti (diumumkan)" ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (frd/ain)