Komisi II Sebut Pemerintah Tak Serius Urus Papua

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 03:19 WIB
Komisi II Sebut Pemerintah Tak Serius Urus Papua Kondisi gedung DPRD Papua Barat yang terbakar pascakerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/02). (ANTARA FOTO/Tomi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi II DPR RI, Komarudin Wattubun menilai tak ada keseriusan pemerintah dalam menangani Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut anggota dewan asal Papua ini, pemerintah memang tak serius menangani berbagai persoalan yang terjadi di Papua.

Bahkan kata dia, sebenarnya konflik hingga berujung pembakaran Gedung DPRD di Manokwari pada Senin (19/8) kemarin hanya satu dari sekian banyak persoalan yang terjadi di Papua dan tak tertangani dengan baik oleh pemerintah.

"Saya sudah masuk pada kesimpulan bahwa pemerintah memang tidak serius urus Papua," kata Komarudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).


Dia juga menyebut selama ini, setiap kali konflik terjadi tindakan represif dari aparat keamanan justru dikedepankan dalam menangani konflik itu. Hal sama juga dilakukan pemerintah pusat yang menurut Komarudin tak pernah serius menangani persoalan-persoalan di Papua.

Atas dasar itu, saking tidak seriusnya pemerintah, dia memperkirakan perkembangan terkait kericuhan di Manokwari kemarin, dan di Sorong hari ini, serta aksi protes seperti di Jayapura akan hilang dengan sendirinya.

"Ini paling satu minggu juga sudah lupa lagi," katanya.

Politikus yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Papua ini menyebut pemerintah tak bisa hanya meredakan kerusuhan saja. Tetapi, akar masalah yang ada di Papua juga harus diselesaikan dengan tuntas.

Penyelesaian masalah itu tak bisa setengah-setengah, tetapi harus secara utuh. Sebab memang ada satu gerakan besar yang memang sejak lama merancang agar Papua penuh dengan masalah.

"Ini kan ada gerakan besar. Kalau tidak ada konsolidasi yang besar kan tidak mungkin lah, masa orang bicara monyet di Surabaya langsung di beberapa kota terjadi kebakaran. Jadi jangan kita sibuk untuk mengurus permukaan ya, asap, sibuk siram asap, tapi apinya tidak diurus," kata dia.

"Memang penanganan Papua ini harus orang tulus, jangan Papua itu dipakai untuk isu-isu cari jabatan, pangkat, cari segala macam," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN] (tst/osc)