Mereka menyampaikan hal tersebut langsung kepada Pimpinan Rapat, yakni Wakil Ketua DPR Fadli Zon, tak berapa lama setelah rapat tersebut dibuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga mahasiswa harus diproteksi bukan dipersekusi, atau diusir yang sebagaimana kita lihat dalam dinamika 3 hari akhir-akhir ini," imbuhnya.
Asrama Mahasiswa Papua, di Surabaya, didatangi oleh sejumlah ormas, Jumat (16/8). (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman) |
"Kami minta kepada Bapak Kapolri untuk mengusut siapa yang sebenarnya di balik penurunan bendera atau memasukkan bendera merah putih di dalam selokan itu," kata dia.
Dia juga menyinggung soal ucapan bernada rasisme yang diterima para mahasiswa di Surabaya. Kata dia, perlakuan ini sama sekali tak menunjukan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Senada, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra asal Papua Steven Abraham meminta kasus ini diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.
Steven bahkan menyebut TNI-Polri perlu ditindak jika lalai mengerjakan tugasnya dalam memberikan rasa aman terhadap mahasiswa Papua.
"Ini harus diusut, ditindak. Bila perlu pejabat di atasnya harus dicopot. Pembiaran ini menimbulkan polemik yang luar biasa yang terjadi di tanah Papua," jelas Steven.
Gedung Majelis Rakyat Papua yang terbakar pascakerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/02). (ANTARA FOTO/Tomi) |
Sehari sebelumnya, terjadi tawuran antara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan warga di Malang. Mereka saling melempar batu di jalanan. Polisi kemudian melerai kedua kelompok.
Dua insiden itu diakui oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi pemicu kerusuhan dan demonstrasi di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat.
[Gambas:Video CNN] (tst/arh)
Asrama Mahasiswa Papua, di Surabaya, didatangi oleh sejumlah ormas, Jumat (16/8). (
Gedung Majelis Rakyat Papua yang terbakar pascakerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/02). (