Prihatin DKI Pasca-Ahok, PDIP Buka Peluang Calonkan Risma

CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 19:39 WIB
Prihatin DKI Pasca-Ahok, PDIP Buka Peluang Calonkan Risma Walikota Surabaya Tri Rismaharini berpeluang diusung PDIP di Pilkada DKI 2020. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI-Perjuangan Komarudin Watubun menyebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma berpeluang besar maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2020.

Ia menyebut Risma merupakan salah satu kader terbaik PDIP yang juga telah memiliki prestasi selama memimpin Kota Surabaya.

"Iya, sangat bisa. Kalau memang rakyat DKI menghendaki kenapa tidak?" kata Komarudin, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/8).


Tak hanya itu, Komarudin menyebut ibu kota tak menunjukkan perubahan signifikan pasca-kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Terlebih, Komarudin menyoroti masa jabatan Risma di Surabaya sebagai Wali Kota pun akan segera habis.

"DKI ini juga kan pasca-Ahok juga tidak ada sesuatu yang lebih baik. Pasti partai juga harus mempersiapkan kader-kader," kata Komarudin, yang juga Anggota Komisi II DPR RI itu.

Sebelumnya, Risma mengaku enggan berandai-andai soal kemungkinan maju di Pilkada DKI 2020 dan lebih menyerahkannya kepada Tuhan. Hal ini dikatakannya terkait rencana Partai NasDem yang menyatakan ingin memboyong dirinya ke DKI.

"Saya tidak di tataran jawab iya, karena yang jawab biar Tuhan aja. Saya tidak akan pernah bisa jawab sampai kapan pun, sampai Tuhan menentukan apa yang digariskan Tuhan ke saya dan saya tidak bisa menghindar lagi," ujar Risma saat ditemui di Jakarta, Rabu (31/7).

"Waktu jabatan wali kota itu saya enggak mau, enggak mau, eh ternyata turun juga. Karena kalau memang Tuhan pilih saya, rekom (rekomendasi dari parpol) itu akan turun sendiri enggak tahu gimana caranya. Saya berdoa tidak jadi wali kota, ternyata ya jadi," katanya.

Risma sendiri sebelumnya telah resmi dilantik oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan, Senin (19/8).

[Gambas:Video CNN] (tst/arh)