Gerindra Klaim Tak Terkait Aksi Tri Susanti di Asrama Papua

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 13:25 WIB
Gerindra Klaim Tak Terkait Aksi Tri Susanti di Asrama Papua Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menyatakan aksi Tri Susanti selaku korlap di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya merupakan urusan pribadi dan tak terkait partai. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade menyatakan partainya tidak ada urusan dengan aksi Tri Susanti selaku koordinator lapangan aksi di asrama mahasiswa Papua, Surabaya, Jawa Timur.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan urusan pribadi Susi, sapaan Tri Susanti, yang tidak terkait dengan Gerindra.
"Itu urusan pribadi (Susi) dan tidak ada urusannya dengan Partai Gerindra," ucap Andre kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/8).

Dia menyatakan partainya masih menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian. Menurutnya, Gerindra akan mengambil langkah tegas bila kelak polisi menyatakan Susi bersalah.


"DPD (Gerindra) Jawa Timur sudah menyampaikan bahwa hal tersebut (bersifat) pribadi. Kami lihat dulu, kalau polisi menyatakan bersalah maka kami akan proses," ucapnya.

Lebih jauh, Andre menyatakan sikap Partai Gerindra selama ini menolak tindakan rasisme.
Menurutnya, Gerindra senantiasa mengimbau segenap elemen masyarakat untuk tidak melakukan tindakan rasisme agar integrasi bangsa tidak terganggu.

"Sikap partai kami jelas, menolak rasisme. Kami imbau semua pihak menahan diri, jangan sampai ini mengganggu integrasi kita sebagai bangsa," kata Andre.

Tri merupakan calon legislatif DPRD Surabaya Dapil 3 nomor 8 dari Partai Gerindra. Sebelumnya, Susi meminta maaf kepada publik terkait teriakan salah satu oknum bernada rasis.

"Kami atas nama masyarakat Surabaya dan dari rekan-rekan ormas menyampaikan permohonan maaf apabila ada masyarakat atau pihak lain yang sempat meneriakkan itu," ujarnya di Mapolda Jawa Timur di Surabaya, dikutip Antara Selasa (20/8).

Tri mengatakan dirinya dan ormas lain memang mendatangi asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya. Mereka berdalih ingin membela bendera Merah Putih yang dikabarkan telah dirusak dan dibuang.

"Kami ini hanya ingin menegakkan bendera Merah Putih di sebuah asrama yang selama ini mereka menolak memasang. Jadi, ini bukan agenda yang pertama kali," ujarnya.

Susi membantah kabar yang menyebut pihaknya melakukan pengusiran terhadap mahasiswa Papua.


[Gambas:Video CNN] (mts/pmg)