BNN Geram Banyak Napi Narkoba Masih Beraksi dari Balik Bui

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 02:36 WIB
BNN Geram Banyak Napi Narkoba Masih Beraksi dari Balik Bui Deputi Pemberantasan BNN Irjen Polisi Arman Depari. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Semarang, CNN Indonesia -- Badan Narkotika Nasional (BNN) geram dengan banyaknya napi kasus narkoba yang masih bisa beraksi di dalam jeruji besi penjara. Bahkan, napi tersebut mampu mengendalikan dan memasukkan narkoba dari luar negeri.

"Kami terus kerja keras, tapi semakin hari yang kami terus ungkap, kebanyakan dikendalikan dari balik jeruji besi penjara. Bahkan, ada yang mampu memasukkan dari luar negeri ke sini," ungkap Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, Semarang, Rabu (21/8).

Arman mencontohkan salah satu kasus pengungkapan yang terakhir dilakukan BNN di Banten dan Jambi dengan barang bukti 20 kilogram sabu dan 31 ribu butir ekstasi. Kasus itu menyeret nama Adam, napi kasus narkoba di Lapas Cilegon Banten, sebagai pengendalinya.


Bukan hanya itu, sambung Arman, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan diketahuilah bahwa Adam telah beberapa kali memasukkan sabu dari Malaysia ke Indonesia.

Adam sendiri dijebloskan ke penjara Lapas Cilegon Banten sejak 2016 karena terlibat jaringan penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 54 kilogram dan ekstasi 41 ribu butir.

Ironisnya, Adam yang sudah divonis hukuman mati oleh Pengadilan berubah menjadi hukuman 20 tahun penjara lewat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

"Bagaimana tidak geram, Adam itu awalnya sudah divonis hukuman mati, tapi berubah jadi 20 tahun penjara lewat kasasi di MA. Kan ini membuatnya ringan, dan terbukti sendiri bila Adam masih bisa beraksi lagi. Kami sudah kordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM, yang terlibat di dalam Lapas, tetap kami sikat," ujar Arman.

Kasus peredaran narkoba dengan pengendali napi narkoba di dalam Lapas juga beberapa kali diungkap, termasuk oleh BNN Provinsi Jawa Tengah.

Arman mengatakan dari sini pihaknya bisa menyimpulkan sementara pelaku narkoba justru merasa lebih nyaman dan leluasa untuk tetap beraksi meski di balik bui.

"Di dalam Lapas penjara mungkin justru merasa lebih nyaman dan leluasa, sehingga mereka tetap terus beraksi. Kan gampang, yang penting ada handphone, semua bisa dikendalikan," kata Arman.

(dmr/kid)