"Ada evaluasi kepengurusan di sana. Persoalan siapa nanti ketua umum, apakah Pak Tommy yang akan melanjutkan periode lima tahun ke depan, atau siapa nanti tergantung pada kepada peserta Munas," kata Andi di Jakarta, Rabu (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya saja partai ini yang tadinya diharapkan masuk ke Senayan, mewakili satu kursi setiap dapilnya ternyata gagal, dan itu kan bagian evaluasi ke depan bagaimana," kata Andi menambahkan.
Menurutnya, kesamaan logo dan warna ini yang mungkin membuat Berkarya kurang dikenal.
"Beberapa anggota pengurus meminta bagaimana logo, kemudian warna partai ini agar dirubah, agar tidak sama dengan partai Golkar, sehingga bisa diubah dalam forum Munas," tuturnya.
Mantan Sekretaris Jenderal Berkarya itu menyebut sampai hari ini partainya belum memutuskan apakah akan ikut mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf atau tidak. Namun, kata Andi, salah satu kader Berkarya Muchdi PR diketahui telah lebih dahulu mendukung Jokowi-Ma'ruf.
"Kita belum ada kesepakatan. Tapi di internal kita ada yang merapat ke Pak Jokowi sebelumnya, Pak Muchdi PR. Dan aspirasi mendukung pemerintahan Pak Jokowi ada di internal kita, tapi belum diputuskan," ujarnya.
CNNIndonesia.com sudah berusaha mencari konfirmasi terkait hal ini pada Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso. Namun panggilan telepon dan pesan singkat belum direspons.
[Gambas:Video CNN] (fra/arh)