Kisruh Berkarya, Sekjen Dituding Terlalu Fokus Bantu Prabowo

CNN Indonesia | Sabtu, 18/05/2019 14:35 WIB
Kisruh Berkarya, Sekjen Dituding Terlalu Fokus Bantu Prabowo Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Majelis Tinggi sekaligus Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang menganggap Sekjen Priyo Budi Santoso terlalu fokus pada Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi. Akibatnya, kerja-kerja pemenangan partai di pileg menjadi terbengkalai.

Partai Berkarya yang diketuai Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, diprediksi tak mendapat kursi DPR karena tak lolos parliamentary threshold 4 persen. Mereka hanya memperoleh sekitar 2 persen suara merujuk hasil quick count mayoritas lembaga survei.

Menurut Badar, seharusnya Priyo meniru langkah Abdul Kadir Karding yang meninggalkan posisi sekjen PKB lalu fokus di Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.


"Harusnya Priyo ikut jejak Karding sekjen PKB yang posisi wakil ketua TKN. Fokus di pilpres, beliau mundur jadi sekjen," ucap Badar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (18/5).


Badar, yang merupakan mantan sekjen Berkarya, menilai kerja-kerja pemenangan pilpres di BPN cenderung berat. Tentu mempengaruhi tugas seorang sekjen di partai dalam menyukseskan pileg di pemilu. Terlebih, Partai Berkarya merupakan debutan di Pemilu 2019.

Kisruh Partai Berkarya, Sekjen Dituding Fokus Bantu PrabowoAnggota Majelis Tinggi sekaligus Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Badar mengamini hal itu sudah terlambat. Penghitungan suara sudah berjalan di tingkat nasional dan akan selesai pada 22 Mei mendatang.

"Kita tunggu saja hasil pemilu beberapa hari ini. Kami di internal akan evaluasi total," ucap Badar.

CNNIndonesia.com sudah berupaya menghubungi Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso untuk meminta tanggapan atas tudingan Badar. Namun, yang bersangkutan belum merespons hingga berita ini diterbitkan.


Partai Berkarya termasuk peserta debutan Pemilu 2019. Mereka menjadi peserta dengan nomor urut tujuh.

Merujuk dari hasil quick count Litbang Kompas, Berkarya memperoleh 2,14 persen suara. Dalam quick count Indo Barometer, mereka diprediksi mendapat 2,12 persen suara. Partai Berkarya diprediksi mengantongi 2,41 persen suara menurut quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Partai Berkarya diprediksi tak mendapat kursi DPR yang mana harus mendapat minimal 4 persen suara nasional.

[Gambas:Video CNN] (bmw/evn)