Hal itu diungkapkan oleh Kepala Staf Kodam V/Brawijaya Brigadir Jenderal Bambang Ismawan saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sampaikan bahwa sekarang dalam proses penyelidikan, kami tidak bermaksud ingin menutupi atau mau melindungi anggota kami tidak," ujarnya
"Kita saat itu minta keterangan masyarakat yang ada di situ, masuk wilayah Surabaya Timur wilayahnya," ujar dia.
Namun, Bambang meminta masyarakat untuk tetap bersabar. Lantaran, proses penyelidikan tidak bisa dilakukan dengan cepat dan terburu-buru, agar hasilnya akurat.
"Pemeriksaan elektronik tidak bisa cepat, oleh karena itu kami minta bersabar semuanya. Videonya akan diperiksa nanti hasilnya akan disampaikan. Pemeriksaan internal iya, kita belum bisa menentukan siapa, kita dalami dulu," lanjutnya.
Ia berjanji akan menyampaikan hasil penyelidikan dugaan aksi rasial yang diduga dilakukan oknum TNI itu secara terbuka kepada publik.
"Kita sampaikan tidak ada yang tertutup, semua akan diperiksa transparan dan hasilnya akan kita sampaikan," pungkasnya.
(frd/arh)