Efek Anies dan Lulung Ubah Peta Politik di Kebon Sirih

CNN Indonesia | Selasa, 27/08/2019 09:51 WIB
Efek Anies dan Lulung Ubah Peta Politik di Kebon Sirih Efek Anies Baswedan saat Pilkada DKI 2017 lalu dinilai memberi perubahan peta politik di DPRD DKI 2019-2024. (CNN Indonesia/Denny Aprianto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 106 orang anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 resmi dilantik. Komposisi baru di Kebon Sirih dinilai sebagai cermin pergeseran peta politik di DKI Jakarta, dampak dari perjalanan politik Anies Baswedan dan Abraham Lunggana alias Lulung dalam beberapa tahun terakhir.

Jatah kursi terbanyak masih milik PDIP. Namun partai berlambang Banteng harus puas dengan perolehan 25 kursi, berkurang tiga kursi dari capaian lima tahun lalu.

Sementara pesaing mereka, Gerindra mendulang tambahan kursi. Partai besutan Prabowo Subianto itu meraup 19 kursi di parlemen DKI Jakarta, bertambah dari sebelumnya 15 kursi.


Selain Gerindra, partai lain pengusung Anies-Sandiaga Uno di Pilkada DKI 2017, yakni PKS juga mengalami nasib baik. PKS tercatat mendapat tambahan 5 kursi dari sebelumnya 11 kursi. Sementara PAN melesat dari 2 kursi menjadi 9 kursi.

Kejutan juga datang dari PSI. Pendatang baru itu mampu meraih total delapan kursi dalam debut mereka di DKI Jakarta.

Di saat yang sama, beberapa partai lama kehilangan jatah mereka di Kebon Sirih. PPP misalnya, jeblok dari 10 kursi menjadi 1 kursi. Begitu pula Hanura yang tak lagi punya perwakilan di DPRD DKI Jakarta.

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai saat ini sedang ada pergeseran peta politik di parlemen Ibu Kota. Proses ini disebut terjadi mulai Pilkada DKI 2017.

Kemenangan Anies-Sandi, kata Adi, jadi pemantik kenaikan suara para partai pendukung mereka, seperti Gerindra, PKS, dan PAN. Sementara suara partai pendukung Ahok-Djarot sedikit tergerus.

"Jadi partai-partai yang dianggap dekat dengan Anies itu relatif mendapatkan insentif elektoral yang luar biasa. Misalnya Gerindra naik signifikan, PKS juga naik signifikan, bahkan PAN juga naik signifikan," kata Adi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (26/8).

Dihubungi terpisah, Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyampaikan pergeseran peta politik di Jakarta dipertegas oleh Pilpres 2019.

Pendukung Anies yang beririsan dengan Prabowo Subianto mempertebal dominasi basis pemilih Islam kanan di Jakarta. Pangi menyebut mereka sebagai mesin partai yang cukup solid.

Sementara pendukung PDIP di DKI Jakarta yang notabene pendukung Jokowi-Ahok tak bisa merawat dominasi mereka di Ibu Kota.

"Pemilih Prabowo sebagian tegak lurus dan konsisten memilih partai koalisi pendukung Prabowo, seperti Gerindra, PAN, PKS. Tidak terjadi split ticket voting, dukungan terhadap figur Prabowo dan memilih parpol koalisi pengusung Prabowo," kata Pangi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (26/8).
Efek Anies dan Lulung Geser Peta Politik Parlemen Kebon SirihKepindahan Lulung dari PPP ke PAN dalam Pemilu 2019 juga memberi dampak pergeseran peta politik DPRD DKI 2019-2024. (CNN Indonesia/Mesha Mediani).

Selain itu, Adi juga menyoroti suara PAN dan PPP yang berubah drastis. Adi menilai ada pergeseran suara seiring hengkangnya Lulung dari PPP ke PAN.

PAN seperti kedapatan durian runtuh. Selain dapat insentif karena mendukung Anies, ketokohan Lulung di Jakarta juga dikatakan Adi sebagai faktor kemenangan PAN.

"Berarti selama ini PPP kuat di Jakarta karena faktor Lulung. Itu terbukti, PPP yang banyak (pada 2014), (kini) hampir habis di Jakarta karena Lulung pindah ke PAN," ujar Adi.

Sementara kasus debut gemilang PSI dinilai Adi sebagai bentuk keberhasilan menggunakan kampanye media sosial. PSI berhasil mendapatkan ceruk pemilih kalangan menengah atas Jakarta yang selama ini melek politik dan pengguna aktif media sosial.

Keuntungan Bagi Anies

Sementara itu Anies dinilai jadi orang yang paling diuntungkan oleh pergeseran peta politik di DPRD DKI Jakarta. Hal ini bisa dilihat dari jumlah kursi partai pengusungnya di DPRD DKI untuk lima tahun ke depan.

Selama ini Anies hanya punya dukungan 28 kursi di DPRD DKI Jakarta dari Gerindra, PKS, dan PAN. Saat ini Anies mengantongi dukungan 44 kursi di parlemen.

"Ya tentu Anies akan lebih kuat karena partai-partai itu kursinya bertambah," ujar Pangi.

Adi juga sepakat dengan Pangi terkait hal itu. Namun menurutnya posisi tawar Anies di DPRD DKI Jakarta hanya akan menguat jika tiga partai solid.

Namun menurut Adi saat ini koalisi pengusung Anies sibuk dengan konflik internal. Sejak pembahasan posisi wagub pengganti Sandiaga, Gerindra dan PKS sering terlihat tidak sejalan.

"Contohnya soal wagub. PKS sudah diberi tiket, tapi dia harus bekerja sendiri mengumpulkan kuorum dan lain-lain. Tidak ada bantuan dari Gerindra, PAN, atau bahkan Anies sendiri yang mereka usung," ucap dia.

[Gambas:Video CNN] (dhf/osc)