Fadli Zon: Presiden, Datang Dong ke Papua

CNN Indonesia | Jumat, 30/08/2019 11:25 WIB
Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Presiden Jokowi segera mengambil langkah strategis dan kalau perlu datang langsung ke Papua untuk meninjau situasi di sana. Wakil Ketua DPR, Fadli Zon meminta Jokowi datang langsung ke Papua ketimbang bekerja hanya dari Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi sangat lambat dalam menangani kerusuhan yang sudah menjalar di berbagai wilayah Papua dan Papua Barat belakangan ini.

Melihat hal itu, Fadli meminta agar Jokowi datang ke Papua untuk melihat kondisi dan menyelesaikan persoalan secara langsung ketimbang hanya bekerja dari Jakarta.

"Dan presiden seharusnya datang ke sana. Lambat sekali, kenapa kok sampai sekarang belum ke papua? Kenapa harus nunggu sampai September? Sekarang dong datang," kata Fadli di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Jumat (30/8).


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu meminta pemerintah lebih serius dan memiliki keberpihakan dalam menangani persoalan kerusuhan Papua ketimbang mengurusi hal lain.

Ia menilai selama ini Jokowi justru sibuk mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Timur ketimbang mengurusi konflik di Papua.

"Malah pemindahan Ibu Kota, tidak penting-penting amat. Papua jauh lebih lenting kita engage, kita hadapi persoalannya," kata dia.

Selain itu, Fadli menyarankan Jokowi bisa mengeluarkan langkah strategis dalam waktu dekat untuk menyelesaikan konflik tersebut. Misalnya mengundang secepatnya berbsgai elemen masyarakat Papua untuk duduk bersama membahas jalan keluar bagi konflik Papua.

"Dengarkan apa mereka maunya," kata dia.

Di sisi lain, Fadli turut mengkritik pernyataan Jokowi terkait meletusnya kerusuhan di Jayapura, Kamis (29/8) kemarin. Ia menilai pernyataan Jokowi yang menyerukan perdamaian itu seperti ajakan melakukan halalbihalal bagi masyarakat.

"Lihat saja pernyataan presiden itu kan kaya ngajak halalbihalal. Mari kita saling maaf memaafkan dan sebagainya. Imbauan itu menurut saya nggak didengar. Kasus ini melebar kemana-kemana. Jadi harusnya dudukkan langkahnya secara lebih strategis," kata dia

[Gambas:Video CNN] (rzr/osc)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK