"Dibandingkan Tegalluar itu berarti melebarkan Kota Bandung, ya mendingan membentuk kawasan baru di Kertajati ya. (Kalau disuruh memilih) ya memilih Kertajati," kata Aher di Bandung, seperti dikutip dari Antara, Jumat (30/8).
Aher mengklaim ketika masih menjabat sebagai gubernur Jabar, pihaknya telah melakukan pembahasan mengenai rencana pemindahan ibu kota.
Saat itu, Aher mengaku cenderung memilih daerah Walini yang berada di Km 105 dan 106 Tol Purbaleunyi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sempat dibahas waktu itu, saya pemikiran begitu. Bandung sudah padat maka harus ada sebuah ikhtiar yang tidak mengurangi kehebatan Kota Bandung tapi justru menambahkan dengan melahirkan kawasan baru," kata Aher.
Usulan pemindahan ibu kota provinsi Jabar di tingkat provinsi, kata Aher, sudah sangat matang tetapi mentok dengan berbagai peraturan dan kepentingan yang ada di pihak pusat dan swasta.
Aher menyatakan tidak mempermasalahkan rencana pemindahan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat dari Kota Bandung ke daerah lainnya.
"Kalau kemudian pada pemikiran harus ada kawasan baru untuk memecah kepadatan penduduk dan pemerataan ruang lingkup ekonomi itu disertai dengan pemindahan ibu kota Jabar, saya kira itu enggak ada masalah," kata Aher.
Sedang dikaji
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku Jawa Baratsedang mengkaji rencana pemindahan ibu kota provinsi dari Kota Bandung ke tempat lain. Rencana itu sudah masuk dalam Perda Perubahan atas Perda Jabar Nomor 22 Tahun 2010 tentang RTRW Jabar Tahun 2009-2029.
"Jadi di dalam Segi Tiga Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati) sudah masukkan, penataan jalur transportasi sudah masuk," katanya.
Menurut dia, di dalam revisi tersebut termasuk persetujuan wacana perpindahan pusat pemerintahan yang akan dikaji lebih lanjut oleh Pemprov Jabar dalam waktu tak terlalu lama.
"(Lokasi pemindahan ibu kota Provinsi Jabar) Itu ada di Tegalluar, Walini atau Segi Tiga Rebana juga, karena pada dasarnya secara fisik Kota Bandung sama seperti Jakarta sudah tidak cocok lagi melayani pusat pemerintahan," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (ain)