Calon Ibu Kota Baru Jabar: Tegalluar, Walini, Segitiga Rebana

CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 16:13 WIB
Calon Ibu Kota Baru Jabar: Tegalluar, Walini, Segitiga Rebana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku serius ingin memindahkan ibu kota dari Kota Bandung ke daerah lain (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berencana memindahkan ibu kota provinsi Jawa Barat dari Kota Bandung ke daerah lain. Ada tiga kandidat lokasi ibu kota Jawa Barat baru yang tengah dikaji Pemprov Jabar.

Ketiga kandidat itu antara lain Walini di Kabupaten Bandung Barat dan Tegalluar di Kabupaten Bandung. Satu lokasi lainnya yakni Rebana, yang merupakan kepanjangan dari Cirebon, Patimban dan Majalengka.

Ridwan Kamil mengaku serius mengkaji peluang kepindahan Ibu Kota Jabar dari Kota Bandung. Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan kajian sudah masuk dalam Perda Perubahan atas Perda Jabar Nomor 22 Tahun 2010 tentang RTRW Jabar Tahun 2009-2029.


"Kemarin, RTRW (rencana tata ruang wilayah) Jawa Barat sudah disahkan untuk sampai 2029. Di dalam RTRW, Rebana sudah masuk, penataan jalur-jalur transportasi sudah masuk, termasuk persetujuan pemindahan ibu kota pemerintahan untuk dikaji dulu di beberapa lokasi," kata Ridwan, Kamis (29/8).
Di kemudian hari, perekonomian tiga wilayah itu diprediksi bakal meningkat. Tentu karena saat ini tengah dibangun sejumlah infrastruktur penunjang perekonomian.

Misalnya, Walini dan Tegalluar. Kedua wilayah itu akan dilalui kereta cepat Jakarta-Bandung. Kereta cepat tentu mempengaruhi perekonomian di kedua wilayah tersebut.

Sementara itu, Rebana juga dekat dengan Bandara Kertajati, Jawa Barat. Cirebon, Patimban dan Majalengka pun diproyeksikan menjadi kawasan ekonomi khusus. Ditambah, ada pelabuhan di wilayah Patimban.

Menurut Ridwan, kantor pemerintahan Pemprov Jawa Barat saat ini masih terpisah-pisah di berbagai lokasi di Kota Bandung. Hal itu membuat roda pelaksanaan pemerintahan menjadi tidak produktif.
Ridwan menargetkan kajian soal rencana pemindahan ibu kota ini bisa dilakukan dalam enam bulan ke depan.

"Kajian akan dilakukan di tiga tempat selama 6 bulan ke depan," ucapnya.

Semua kemungkinan terkait perpindahan ibu kota provinsi, lanjut Emil, butuh kajian yang mendalam. Oleh karena itu, Pemprov Jabar akan melihat aspek minim risiko, aksesibilitas, tingkat ekonomi, ketersediaan air dan lain-lain.

"Wilayah lain terbuka sebenarnya tapi yang di-mention sementara tiga tempat. Tahun depan kami kabari lagi," kata Ridwan.
[Gambas:Video CNN] (hyg/bmw)