Aktivis Papua Surya Anta Disebut Dipindahkan ke Mako Brimob

CNN Indonesia | Minggu, 01/09/2019 04:59 WIB
Aktivis Papua Surya Anta Disebut Dipindahkan ke Mako Brimob Aktivis isu Papua yang juga dikenal sebagai Jubir FRI-WP Surya Anta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jubir Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Surya Anta diamankan polisi di Jakarta semalam.

Setelah sempat dibawa ke Mapolda Metro Jaya, Surya Anta diperiksa lebih lanjut di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Kepala Advokasi LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora mengatakan Surya dan tujuh aktivis isu Papua lainnya dijerat dengan pasal tuduhan makar.


"Surya sedang di-BAP dengan pasal makar, dengan tuduhan makar. Dua orang sudah selesai di-BAP sebagai saksi dan tersangka," demikian diutarakan Nelson kepada CNNIndonesia.com via aplikasi pesan, Minggu (1/9) dini hari WIB.

Nelson saat dihubungi sedang berada di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dia bersama sejumlah aktivis advokat sedang melakukan pendampingan hukum terhadap aktivis lain Papua yang telah diamankan petugas di sana. Nelson mengaku belum tahu informasi terkini, karena dari pihaknya yang mencoba memberikan pendampingan hukum tak diperbolehkan membawa alat komunikasi.

"Kita belum tahu kondisi terkini karena komunikasi terputus [dengan dua perwakilan di dalam Mako Brimob]. Polisi melarang kita bawa alat komunikasi di dalam," ujar Nelson dihubungi beberapa saat kemudian.

Sebelumnya lewat video yang didapatkan CNNIndonesia.com, tampak petugas menunjukkan surat dan memberi penjelasan singkat sebelum membawa Surya. Lokasi penjemputan Surya Anta itu berada di sebuah arena tempat makan (food court) suatu pusat perbelanjaan. Direktur YLBHI Asfinawati mengonfirmasi peristiwa tersebut dan mengatakan itu terjadi pada Sabtu (31/8) malam.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono belum dapat dihubungi CNNIndonesia.com. Begitupun pertanyaan yang dilayangkan lewat pesan instan maupun pesan singkat belum dibalas Argo hingga berita ini ditulis. Pertanyaan serupa pun dilayangkan ke Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi AS, dan sama belum mendapatkan respon hingga saat berita ini dimuat.



(kid)