FOTO: Banjir Minyak Pertamina di Pesisir Karawang

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Senin, 02/09/2019 10:20 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Minyak yang berasal dari kebocoran sumur Pertamina masih mengotori pantai-pantai dan membuat nelayar beralih profesi jadi "pengumpul limbah".

Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, masih tak boleh didatangi wisatawan setelah terjadi kebocoran minyak dari sumur Pertamina Hulu Energi pada 12 Juli silam, Rabu (22/8). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kebocoran minyak itu membuat para nelayan juga beralih profesi menjadi pengumpul limbah. Di Pantai Pelangi para pengumpul limbah ini terlihat beristirahat ketika di tengah-tengah suasana sepi pantai yang ditinggal pengunjung, Selasa (20/8). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pada Rabu (21/8) lalu, tumpahan minyak masih tercecer di Laut Utara Karawang, Jawa Barat. Pertamina sendiri telah memasang static oil boom dan movable oil boom agar gumpalan minyak tak menyebar luas, tapi masih ada yang mencapai pantai. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Para pengumpul limbah mengumpulkan gumpalan minyak menggunakan peralatan sederhana yaitu tongkat dan bambu. Setiap harinya satu kapal pengumpul limbah bisa mengambil hingga 80 karung limbah dari laut. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Tumpahan minyak di laut ini membuat pantai tak bisa lagi dikunjungi. Jika berenang pada air yang terkena tumpahan minyak bisa mengakibatkan iritasi kulit dan sesak saluran pernapasan karena bau yang menyengat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bukan hanya mengotori lautan, tumpahan minyak pun membuat ikan-ikan mati, atau berbau menyengat sehingga tak bisa dijual. Tambak udang serta ribuan pohon mangrove pun ikut tercemar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Limbah minyak juga menyebabkan penduduk pantai terkena iritasi saluran pernapasan. Salah satunya terjadi pada Siti (25), penjual ikan bakar di Pantai Samudra Baru. Dia merasa sesak napas dan bagian dalam tubuhnya terasa panas saat berjualan dan menghirup udara di sekitar pantai yang tercemar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Hari (38) Salah satu pengepul ikan di TPI Sungai Buntu, mengaku mengalami penurunan omset karena tangkapan ikan oleh nelayan berkurang drastis akibat tumpahan minyak di laut Karawang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kondisi terkini pesisir pantai kawasan Sungai Buntu akibat tumpahan minyak mentah, Rabu (21/8). Bagi mereka yang ingin datang ke pantai diwajibkan mengenakan masker dan sepatu boots agar tak terkena dampak limbah minyak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pertamina mengatakan penanganan kebocoran minyak ini akan terselesaikan pada pertengahan Oktober 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)