"Sudah saya konfirmasi langsung ke Polda Papua bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/9).
Dedi menyatakan informasi yang terkonfirmasi terkait korban tewas saat kerusuhan itu yakni, dua warga sipil dan satu anggota TNI. Sementara, tiga anggota Polri dan dua anggota TNI mengalami luka-luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sumbernya dari mana. Pihak gereja apa punya data yang lebih konkret. Anggota di sana sudah bekerja secara maksimal," tuturnya.
"Yang jelas dan yang terpenting bagaimana kita menjaga situasi Papua tetap kondusif, seluruh aktivitas masyarakat bisa berjalan normal seperti biasa," ujarnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Tony Harsono mengatakan ada lima warga sipil yang tewas di Deiyai, Papua pada Rabu (28/8).
Menurut dia, sempat terjadi kontak tembak setelah senpi milik TNI dikuasai pedemo. Tony menduga kemungkinan ada warga yang terkena tembakan.
"Memang ada lima warga sipil yang meninggal pascademo di Deiyai, Rabu (28/8), yang berakhir rusuh dan diduga terjadi setelah pendemo merampas 10 pucuk senpi hingga menewaskan satu anggota TNI AD," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Tony Harsono, di Jayapura, Sabtu (31/8) dikutip dari Antara.
[Gambas:Video CNN] (fra/bmw)