"Yang salah jika trotoar jadi tempat parkir mobil seperti ini @exelflores21," tulis Gerindra seperti yang dikutip di akun Partai Gerindra @Gerindra, Senin (2/9).
Kicauan itu dibarengi dengan tautan foto mobil berlabel PSI terparkir di atas trotoar dan 'memotong' blok kuning penuntun bagi penyandang disabilitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menunjukkan inskonsistensi PSI ya. Kemarin kan banyak mengkritik soal penggunaan trotoar. Sekarang mobilnya sendiri yang kena," kata Syarif kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/9).
[Gambas:Twitter]
Syarif menyarankan PSI agar lebih dahulu menerapkan sikap politiknya di internal partai sebelum mengeluarkan pendapatnya. Syarif pun berharap agar PSI bisa membenahi dan menertibkan para kader yang masih nakal menduduki trotoar.
Keberpihakan PSI terhadap pejalan kaki merujuk pada gugatan politikus PSI William Aditya dan Zico Leonard terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
Gugatan itu dimenangkan oleh PSI di Mahkamah Agung. Kini DKI sedang mencari cara untuk mengeksekusi putusan MA tersebut.
PSI Minta Maaf
Ketua DPW PSI Jakarta Michael Sianipar mengonfirmasi bahwa foto benar dan kejadiannya sudah lama. Partai juga disebutnya sudah meminta maaf pada Agustus 2019 dan melakukan konferensi pers terkait foto itu.
"Itu foto-foto lama yang dikumpulin. Sekjen sudah minta maaf dan sudah menertibkan," kata Michael kepada CNNIndonesia.com.
"Itu sudah lama, lihat spanduk hitam kanan atas, itu masa kampanye," kata Idris.
Idris menjamin tidak akan ada anggotanya yang melakukan pelanggaran serupa.
"Kami sudah meminta maaf dan sudah ada perbaikan SOP kerja kepada seluruh tim keamanan kami agar menjaga tidak ada yang parkir di trotoar," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (ctr/wis)