Asap Karhutla Selimuti Warga Sampit, Jarak Pandang 10 Meter

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 06/09/2019 10:36 WIB
Asap Karhutla Selimuti Warga Sampit, Jarak Pandang 10 Meter Ilustrasi kabut asap selimuti aktivitas warga. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabut asap akibat kebakaran lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah masih mengganggu aktivitas masyarakat. Jarak pandang di Kota Sampit, diketahui hanya berkisar 10-20 meter.

Jarak pandang 10-20 meter terjadi di beberapa lokasi di dalam kota seperti Jalan HM Arsyad dan Sudirman dan Achmad Yani.

"Pagi ini jarak pandang di sekitar Bandara H Asan hanya 50 meter," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit Nur Setiawan, Jumat (6/9) seperti dikutip Antara.


Daerah Sungai Mentaya dilaporkan juga diliputi asap tebal. Bahkan daerah seberang sungai sampai tidak terlihat lantaran tertutup tebal asap kebakaran lahan.

Sebagian besar warga yang beraktivitas memilih menggunakan masker agar tidak terhirup asap bercampur debu kebakaran lahan. Para pengendara menyalakan lampu dan mengurangi kecepatan. Tidak terkecuali di sungai, motoris juga mengurangi kecepatan karena jarak pandang aman hanya sekitar 30 meter.

Hingga pukul 07.30 WIB, kabut asap masih cukup pekat. Sejumlah sekolah seperti di SDN 3 Mentawa Baru Hulu mengarahkan murid mereka untuk menggunakan masker dan tidak berada di luar ruangan agar tidak terdampak buruk kabut asap.

"Kemungkinan (asap) ini agak lama, selain karena di sekitar Kota Sampit sendiri banyak hot spot, juga di wilayah selatan yang menimbulkan asap dan bergerak ke arah barat laut hingga utara," kata Nur Setiawan.

Kabut asap diduga akibat bertambahnya titik api yang terpantau di wilayah Kotawaringin Timur. Pada Kamis sore tercatat hampir 300 titik, pada Jumat pagi bertambah menjadi 347 titik panas.

Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi menginstruksikan seluruh camat, lurah dan kepala desa untuk memaksimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan. 

"Saya memohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan. Dampaknya sudah sangat mengganggu masyarakat luas, mulai dari kesehatan, pendidikan dan aktivitas ekonomi," ujar Supian.

Dia mengajak masyarakat turut membantu Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan untuk menangani kondisi ini sehingga kebakaran lahan dan asap bisa segera berakhir. Partisipasi dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan agar semua berjalan sesuai harapan.

[Gambas:Video CNN] (ain)