Keluh Kesah Pedagang soal Pelebaran Trotoar Jakarta

CNN Indonesia | Sabtu, 07/09/2019 11:55 WIB
Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melebarkan sejumlah trotoar membuat khawatir para pedagang yang biasa berjualan di beberapa tempat di ibu kota. Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melebarkan sejumlah trotoar membuat khawatir para pedagang yang biasa berjualan di beberapa tempat di ibu kota. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melebarkan sejumlah trotoar memicu kekhawatiran para pedagang yang biasa berjualan di beberapa tempat di ibu kota.

Awalnya, para penjaja nasi kapau di kawasan Food Street Kramat, Jakarta Pusat, yang mengeluh karena mereka harus libur selama dua bulan.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, pun berencana merelokasi para pedagang nasi kapau itu untuk sementara.
Seperti dikutip Antara, salah satu lokasi yang ditetapkan Irwandi adalah lahan seluas 6.000 meter persegi milik Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) DKI Jakarta yang berada tepat di belakang kios-kios pedagang nasi kapau.


"Nantinya akan kami relokasi di tempat kuliner. Ada parkir, tempat kuliner, taman, dan pusat hiburan," kata Irwandi.

Namun, keputusan ini menimbulkan kekhawatiran baru, terutama dari pedagang yang sebelumnya sudah berjualan dan bermukim di kawasan tersebut.
Seorang warga yang merintis usaha warung tegal di lahan tersebut, Rahmi, menceritakan kekhawatirannya kepada CNNIndonesia.com.

"Saya buka warteg di sini. Sekarang dibongkar enggak ada yang tanggung jawab sekarang. Kami sebatang kara, anak jadi pada terlantar tuh sekarang. Pak RT, sama kelurahannya datang-datang tadi bongkar-bongkar saja," tutur Rahmi.

Sebelumnya, Irwandi menjelaskan bahwa 28 pedagang binaan UKM akan diprioritaskan untuk menggunakan lahan di belakang kawasan Food Street tersebut. Namun, jika diperkirakan, lahan itu nantinya dapat menampung sekitar 50 pedagang.

"Ini takutnya, orang yang baru dari luar itu (pedagang nasi kapau) dapat (lapak) yang sudah lama seperti saya tidak dapat."
Keluh Kesah Pedagang soal Pelebaran Trotoar JakartaKeputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melebarkan sejumlah trotoar membuat khawatir para pedagang yang biasa berjualan di beberapa tempat di ibu kota. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Tak hanya itu, kini Rahmi juga kebingungan mencari tempat tinggal karena petugas datang tanpa pemberitahuan jelas.

"Kemarin itu katanya ada (petugas) mau datang. Eh enggak jadi, ternyata malah hari ini datang langsung kroyok-kroyok aja, padahal saya sudah belanja dulu buat hari ini jualan," kata Rahmi sambil menunjukkan hasil belanjaannya.

"Sekarang jadi enggak bisa 'diuangkan' jadinya," tambahnya.

Selain di kawasan tersebut, Pemprov DKI juga telah melakukan pelebaran trotoar di sejumlah titik di Jakarta, seperti Cikini, Kemang, dan Kasablanka. Namun, pembangunan itu menimbulkan kemacetan yang menuai kritik dari masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, Anies sempat mengibaratkan bahwa kemacetan adalah bagian dari 'sakitnya' perkembangan.

"Ya kan selama konstruksi (macet), itu namanya growing pain," kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Senin (22/7) lalu.

Namun, pelebaran trotoar ternyata tidak hanya menimbulkan kemacetan. Di tengah kisruh ini, Rahmi hanya dapat berharap bisa berjualan lagi.

"InsyaAllah lah, saya minta ke pemerintah supaya dapat (lapak)," katanya. (mjo/has)