Desmond Sebut Pimpinan KPK Brengsek

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 15:55 WIB
Desmond Sebut Pimpinan KPK Brengsek Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Mahesa menyebut pimpinan KPK brengsek (Detikcom/Ari Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi III DPR dari fraksi Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menyebut pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) brengsek dan tak berbeda dengan anggota DPR.

Menurutnya, setiap orang yang mencalonkan diri menjadi capim KPK selalu mengkritik kelemahan-kelemahan KPK saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III. Namun, dia menyebut, itu hanya menjadi sebuah kebohongan dan sekadar lucu-lucuan karena setelah sosok yang mengkritik itu terpilih, kelemahan-kelemahan KPK tak kunjung diperbaiki.

"Setiap orang yang (uji kelayakan dan kepatutan) di Komisi III selalu mengkritik kelemahan-kelemahan KPK, tapi sesudah di dalam apa yang terjadi? Mereka tidak mau mengubah. Ini suatu kebohongan sejak awal, jadi ini lucu-lucuan saja jadinya," ucap Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (9/9).


Bahkan, Desmond heran ketika para pimpinan KPK yang telah melewati proses seleksi kemudian menyerang balik DPR setelah terpilih. Desmond seolah geram dengan berulang kali menyebut kata brengsek.

Meski begitu, ia mengatakan DPR sudah biasa menerima kritik.
"Seolah-olah sesuatu yang dulu diomongkan di Komisi III pada saat (uji kelayakan dan kepatutan), sesudah mereka dapat kendaraannya seolah-olah ini pada brengsek, kan omong kosong. Mereka itu juga apa bedanya dengan DPR, brengsek itu," kata Desmond kepada wartawan

Komisi III DPR memulai proses fit and proper test atau uji kelayakan capim KPK periode 2019-2023 pada hari ini dengan mengundang Pansel Capim KPK untuk mengetahui proses seleksi yang telah dilakukan sejauh ini.

Selanjutnya, Komisi III akan mengundang 10 capim KPK tersisa untuk membuat makalah. Komisi III telah menyiapkan topik untuk dipilih lewat mekanisme undian.
Kesepuluh capim KPK itu antara lain Alexander Marwata, (komisioner KPK), Firli Bahuri (anggota Polri), I Nyoman Wara (auditor BPK), Johanis Tanak (jaksa), Lili Pintauli Siregar (advokat), Luthfi Jayadi Kurniawan (dosen), Nawawi Pomolango (hakim), Nurul Ghufron (dosen), Roby Arya B (PNS Sekretariat Kabinet), serta Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan).

Tahap seleksi Capim KPK 2019-2023 sendiri menjadi sorotan publik. Banyak pihak yang mengkritisi proses yang berjalan.

Sejumlah LSM yang tergabung dalam koalisi sipil mempertanyakan independensi beberapa anggota panitia seleksi. Mereka ragu karena ada anggota pansel yang selama ini diketahui menjadi staf ahli Kapolri.

Di samping itu, nama-nama capim KPK yang diseleksi pansel pun dikritik. Menurut koalisi sipil, ada nama yang memiliki rekam jejak bermasalah, yakni pernah berurusan dengan pelanggaran etik saat masih bertugas di KPK.
[Gambas:Video CNN] (mts/bmw)