Solusi Eks Komisioner KPAI: Ganti Nama Audisi Bulu Tangkis

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 19:06 WIB
Solusi Eks Komisioner KPAI: Ganti Nama Audisi Bulu Tangkis Eks Komisioner KPAI Erlinda menyarankan pergantian nama audisi bulu tangkis PB Djarum. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengusulkan PB Djarum mengubah nama audisi bulu tangkisnya dengan tidak menyertakan merek rokok. Ia pun meminta KPAI tidak melihat kasus ini dengan kacamata kuda.

Setelah menggelar audisi sejak 2006, PB Djarum diberitakan menghentikan audisi mulai 2020 usai dinilai mengeksploitasi anak untuk sebuah merek dagang produk rokok oleh KPAI.

"Tadi sudah saya sampaikan, kenapa tidak kita ganti saja, bukan audisi Djarum, tapi misalnya audisi bulu tangkis anak berprestasi atau silakan saja dengan nama-nama yang lain," kata Erlinda di Kantor Staf Presiden (KSP), Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/9).


Hal ini dikatakannya seusai bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Dalam pertemuan itu, ia diminta pendapatnya oleh Moeldoko terkait polemik KPAI dengan PB Djarum terkait audisi bulu tangkis.

Ia menjelaskan kepada Moeldoko bahwa dalam menyikapi polemik harus bijaksana dan melihatnya secara komprehensif. Menurutnya, terdapat dua persoalan yang berkaitan dari masalah ini, yakni soal merek rokok dan pembibitan terhadap anak-anak di cabang bulu tangkis.

Kepada Moeldoko, Erlinda menyatakan bahwa dalam audisi bulu tangkis yang dilaksanakan PB Djarum setiap tahun ini tak ada eksploitasi anak-anak. Ia mengaku mengapresiasi kerja dari KPAI terkait masalah audisi bulu tangkis yang dilakukan PB Djarum.

"Saya katakan secara jelas, tidak ada eksploitasi anak. kalaupun dikatakan KPAI bahwa di badan mereka ada logo-logo Djarum itu adalah ekspolitasi terhadap anak, tapi eksploitasi seperti apa?" ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Indonesia Child Protection Watch itu mengatakan bahwa Moeldoko meminta KPAI harus lebih bijaksana dan melihat audisi bulu tangkis ini secara komprehensif.

"Tadi saksi-saksi dari kepala LPSK dan sekjen, (Pak Moeldoko) mengatakan KPAI tidak boleh melihatnya dengan kaca mata kuda. Artinya di sini, yuk segera, siapapun yang menjadi mediatornya, bukan berarti mematikan minat bakat anak-anak kita, tapi juga seperti apa," tuturnya.

Erlinda juga mempertanyakan keputusan KPAI yang hanya menyikapi audisi bulu tangkis PB Djarum. Menurutnya, ada beberapa produsen rokok yang juga melakukan pengembangan bakat di cabang olah raga bulu tangkis.

"Mari kita kedepankan kepentingan terbaik untuk anak itu tidak hanya dari PP, karena PP juga buatan manusia, dan bisa saja salah," katanya.

[Gambas:Video CNN] (fra/arh)