Penonton Timnas di GBK Sepi, Pedagang Rugi

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 22:05 WIB
Penonton Timnas di GBK Sepi, Pedagang Rugi Pedagang di SUGBK mengeluh sedikit suporter datang menyaksikan laga Indonesia vs Thailand, Selasa (10/9). (CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di wilayah Stadion Utama Gelora Bung KarnoSenayan, Jakarta mengutarakan keluhan atas penjualan yang menurun saat laga kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Indonesia versus Thailand.

Penurunan omset lantaran tak banyak suporter yang datang ke GBK menyaksikan Timnas bertanding. Sejumlah pedagang menengarai suporter tak banyak datang imbas kerusuhan yang pecah saat laga timnas sebelumnya melawan Malaysia di GBK, Kamis (7/9).

"Menurun banget mas, parah turunnya," ucap Lusi, salah satu pedagang yang sudah delapan tahun berjualan minuman ringan di sekitar stadion.


Wanita berumur 42 tahun itu mengungkapkan saat ada pertandingan dia bisa menjual lebih dari 50 dus botol minuman. Kini, meski laga menarik Timnas melawan Thailand, Lusi hanya bisa menjual delapan dus.

"Biasanya 50 dus (minuman) lebih kalo lagi pertandingan, kemarin 50. Sekarang 10 aja enggak sampe," tutur Lusi.

Jumlah penonton dalam laga Indonesia vs Thailand memang merosot drastis dibanding laga Indonesia kontra Malaysia. Hari ini, jumlah tiket terjual sekitar 12 ribu. Padahal saat melawan Malaysia, ada sekitar 50 ribu tiket yang dibeli.

Muji yang menjual aksesoris tim nasional Indonesia di sekitar SUGBK ini mengaku pasrah akan hasil penjualannya hari ini.

Pria 61 tahun ini enggan menyebut berapa uang yang berhasil dia kantongi. Kata Muji, pembeli memang tidak terlalu ramai. Namun dia mengaku tetap senang karena masih memiliki usaha untuk berjualan.

Ia menuturkan dapat berjualan di sekitar SUGBK sudah patut disyukuri. Biasanya, ia mengaku disulitkan oleh petugas keamanan karena memerlukan izin dari pengelola.

"Setahu saya di sini sistem koperasi. Jadi penjual-penjual itu menyetor, barangnya semua dari koperasi," kata Muji.

"Yang ini (aksesoris timnas) bukan, ini jualan saya. Makanya mereka (petugas keamanan) sering bertentangan, saya dari dulu enggak mau," tambahnya sambil memperlihatkan barang yang dijualnya.

Lapak jualan Muji menjajakan aneka aksesoris, mulai dari stiker, pin garuda, hingga syal merah putih. Dia bilang peminatnya tak hanya bergantung jumlah penonton yang hadir. Para pembeli disebutnya ikut bergantung pada hasil pertandingan.

Dagangannya biasa ramai jika timnas menang. Begitupun sebaliknya. Hari ini, Timnas Indonesia takluk tiga gol tanpa balas dari Thailand.

Sepi jumlah suporter Garuda yang menyambangi Gelora Bung Karno hari ini membuat Lusi berharap tak terulang lagi rusuh antar pendukung di stadion. Selain memicu sepi penonton, Lusi mengaku cemas keributan suporter berpengaruh terhadap lokasi pertandingan.

Jika dipindah, otomatis menghilangkan pemasukan yang biasa didapat di setiap pertandingan. Lusi khawatir karena keuntungan besar hanya bisa didapat saat ada laga di SUGBK.

"Kalau pertandingan gini emang saya paling andelin, untungnya banyak dari sini. Biasanya di atas 50 (dus) pasti habis, Sampe gerobak habis juga pernah," ucap Lusi.

[Gambas:Video CNN] (ara/wis)