"Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi, menyampaikan kritik dan saran kepada pemerintah hingga mengadukan permasalahan yang ditemuinya," ujarnya.
Seluruh SKPD di Provinsi Jawa Tengah, kata Ganjar, sudah diwajibkan menggunakan media sosial untuk membuka kanal pengaduan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imbauan ini berkaca dari pengalamannya sendiri yang aktif menggunakan media sosial agar masyarakat mudah mengadu.
"Kanal-kanal pengaduan yang dibuka luas kepada masyarakat membuat mereka semakin mudah mengadu. Lapor sandal putus ke saya, laporan pacar hilang ya ke saya, semua dilaporkan ke gubernurnya," tuturnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan bahwa untuk mewujudkan layanan yang mudah, murah, cepat, dan tuntas bagi masyarakat memang bukan hal gampang.
Mulai dari kanal website LaporGub!, kemudian pada 2014 berkembang dengan adanya "SMS Laporgub!" dan "hotline laporgub" hingga pada 2019 ini sudah menjangkau aplikasi android "Laporgub!" serta media sosial, seperti Instagram, Facebook, serta Twitter.
Menurut Ganjar, perkembangan penggunaan media sosial memang sangat membantu mempercepat penanganan pengaduan masyarakat di Jateng karena hanya dalam hitungan jam, pengaduan masyarakat dapat diselesaikan dengan baik dan tuntas.
Akibatnya, lanjut dia,masyarakat semakin dekat dengan pemerintah, birokrasi pun menjadi tambah kasual.
"Birokrasi digital dan birokrasi yang kasual berusaha kita wujudkan di Jawa Tengah, masyarakat bisa langsung mengadu kepada gubernurnya, tanpa bertemu secara formal. Cukup 'nge-twit' atau melalui kanal yang disediakan," ujarnya.
Melalui Pergub tersebut dapat dipantau mengenai penanganan pengaduan masyarakat yang dilakukan SKPD dan data yang terekam dalam sistem memperlihatkan berapa laporan yang direspon dan tidak, serta akan menjadi dasar evaluasi terhadap SKPD yang bersangkutan.
Dian Ayu (20), mahasiswi Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengaku telah mengikuti media sosial Ganjar Pranowo di twitter sejak 2016 karena dirinya sangat menyukai cara Gubernur Jateng mengoperasikan akun Twitter-nya.
"Saya suka dengan cara Pak Ganjar menanggapi aduan di Twitter-nya. Bahasanya ringan tapi pasti masalahnya selesai. Warganya bahagia deh," katanya. (antara/eks)