Ia enggan mengulas kembali karena menurutnya sudah jelas dilihat lewat siaran langsung di stasiun-stasiun televisi nasional.
"Kan sudah terbuka. Televisi sudah menyiarkan, tidak dipotong. Itu saja ya, tidak usah diulas," ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan itu, para tokoh Papua yang diwakili Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo menyampaikan sejumlah aspirasi yang diklaim berasal dari seluruh warga Papua-Papua Barat.
Selanjutnya, menerbitkan instruksi presiden untuk pengangkatan ASN honorer di Tanah Papua; meminta percepatan Palapa Ring Timur Papua; meminta Jokowi mengesahkan lembaga adat perempuan dan anak Papua; serta membangun Istana Presiden di Kota Jayapura, Papua.
Kehadiran tokoh Papua di Istana Negara dilakukan pascasituasi Papua dan Papua Barat memanas. Warga di sana diketahui melakukan aksi unjuk rasa dan anarkisme ketika merespon dugaan rasialisme saat pengepuangan asrama mahasiswa Papua di Surabaya.
Pemerintah mengklaim Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat Benny Wenda berkonspirasi dengan KNPB dan AMP untuk menebar provokasi dan hoaks agar situasi di Papua-Papua Barat memanas.
Lihat juga:Jokowi Atur Waktu Terbang ke Papua |
(jps/kid)