Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, total penderita ISPA sejak pekan pertama Agustus hingga pekan pertama September yakni 32.815 penderita. Sebanyak 14.702 atau 44,80 persen merupakan bayi berusia di bawah 5 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam surat diinstruksikan agar seluruh dinas kesehatan untuk menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan seperti poskesdes, puskesmas pembantu, puskesmas, dan rumah sakit," kata dia, Rabu (11/9).
Pada pekan ketiga Agustus, angka ISPA kembali meningkat dengan jumlah penderita 7.266 dari 10 daerah. Sebanyak 3.351 diantaranya merupakan balita. Sedangkan pada pekan keempat Dinkes baru menerima laporan dari 7 daerah dengan jumlah penderita 7.460. Sebanyak 3.118 diantaranya merupakan balita.
September pekan pertama, Dinkes Sumsel menerima laporan dari 5 daerah dengan jumlah penderita ISPA 5.241. Sebanyak 2.188 diantaranya merupakan balita. Palembang menjadi kota tertinggi penderita ISPA dengan 12.254 orang, sebanyak 4.663 diantaranya merupakan balita.
"Selain imunitas, faktor lingkungan dan udara yang tidak sehat pun jadi penyebab balita mudah terserang penyakit termasuk ISPA," kata dia.
Sementara itu, angka ISPA di Sumsel pada periode Januari-Juli 2019 mencapai 312.038 orang. April menjadi masa paling parah dengan jumlah 54.409 penderita, disusul Maret dengan 54.237 penderita, 50.837 penderita pada Februari, 44.142 orang pada Januari, 40.459 penderita pada Mei, dan 37.536 penderita pada Juli.
Kota Palembang menjadi daerah paling tinggi jumlah penderita ISPA dengan 92.416 orang.
[Gambas:Video CNN] (idz/arh)