Pansel Capim KPK Bela Firli Bahuri soal Dugaan Langgar Etik

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 16:24 WIB
Pansel Capim KPK Bela Firli Bahuri soal Dugaan Langgar Etik Anggota Pansel Capim KPK Indriyanto Seno Adji membela Firli Bahuri soal dugaan pelanggaran etik di KPK. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) Indriyanto Seno Adji menyebut Firli Bahuri memiliki nilai dengan konsistensi terbaik dalam seleksi capim KPK.

Indriyanto menyimpulkan penilaian itu berdasarkan serangkaian uji kompetensi dalam tahap seleksi yang telah dilalui sekaligus untuk membantah KPK yang menyebut Firli melakukan dugaan pelanggaran etik berat.

"FB (Firli Bahuri) memiliki basis levelitas dengan konsistensi terbaik, bahkan dapat dikatakan dalam posisi terbaik yang dapat dipertanggungjawabkan sejak awal dengan 386 capim sampai dengan 10 nama capim," kata Indriyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (12/9).


Indriyanto menuturkan, panitia seleksi pun sudah melakukan pengujian silang terhadap rekam jejak Firli kepada sejumlah lembaga. Seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Narkotika Nasional (BNN), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Polri, Kejaksaan, hingga KPK.
Pansel Capim KPK Bela Firli Bahuri soal Dugaan Langgar EtikMantan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Firli Bahuri. (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)

Sementara itu, KPK juga pernah mengundang panitia seleksi untuk melihat rekam jejak calon pimpinan yang tengah melakukan seleksi. Namun, pansel menolak dengan dalih fokus sedang melaksanakan kerja.

"Pansel tidak menemukan sama sekali wujud keputusan dewan Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) formil yang memutuskan secara definitif ada pelanggaran berat etik dari FB (Firli Bahuri)," katanya.

Dia menyayangkan pelanggaran etik oleh Firli sudah tersebar ke publik. Menurut dia, hal itu dapat menciptakan pembunuhan karakter dan harkat martabat Firli.

"Apalagi bila pernyataan ini justru untuk menciptakan labelisasi stigma negatif dari tujuan eliminasi tahapan fit & proper test capim," tambahnya.

Indriyanto pun meminta semua pihak bersikap bijak dan tidak mengadili seseorang yang berdampak kepada kerusakan harmonisasi penegak hukum. Dalam hal ini antara KPK dan Polri.

Kata dia, pernyataan menyesatkan sudah mewujudkan demokrasi yang tidak sehat.

"Semua pihak sebaiknya mempercayakan semua mekanisme fit and proper test kepada DPR bagi siapa pun capim yang terpilih," pinta dia.

Dalam konferensi pers kemarin, KPK menyatakan Firli diduga melakukan dugaan pelanggaran berat. Kesimpulan itu diperoleh setelah Direktorat Pengawasan Internal KPK merampungkan pemeriksaan yang dilakukan sejak 21 September 2018.

Hasil pemeriksaan disampaikan kepada Pimpinan KPK tertanggal 23 Januari 2019.

"Perlu kami sampaikan, hasil pemeriksaan Direktorat Pengawasan Internal adalah terdapat dugaan pelanggaran berat," ujar Saut saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Rabu (11/9).

[Gambas:Video CNN] (ryn/wis)