Kapolda Sulsel dan NTT Jalani Sertijab di Mabes Polri

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 12:34 WIB
Kapolda Sulsel dan NTT Jalani Sertijab di Mabes Polri Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memimpin serah terima jabatan dua kepala kepolisian daerah (kapolda) di Mabes Polri.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Upacara serah terima jabatan dua kepala kepolisian daerah (kapolda) telah berlangsung di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

Mereka yang menerima serah terima jabatan dalam upacara yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian itu adalah Kapolda Sulawesi Selatan dan Kapolda Nusa Tenggara Timur.

Di Mabes Polri juga berlangsung sertijab untuk jabatan Kepala Divisi Hukum Polri, Kadiv Teknologi, Informasi dan Komunikasi, dan Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri.


Kini Kapolda NTT resmi dijabat Irjen Pol Hamidin yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sulsel. Sementara Irjen Raja Erizman yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda NTT kini menjabat sebagai Kadiv TIK Polri.  Kemudian Kadiv TIK Polri yang sebelumnya dijabat Irjen Pol Prasta Wahyu Hidayat diangkat menjadi Kasespim Lemdiklat Polri.

Selanjutnya, Kapolda Sulsel yang sebelumnya dijabat Hamidin kini digantikan Irjen Pol Mas Guntur Laupe yang sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Hukum Polri. Kini Kadiv Hukum Polri dijabat Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho yang sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri.

Selain itu jabatan Kepala RS Polri yang dijabat Brigjen Pol Musyafak telah digantikan Kombes Pol Rusdianto. Musyafak mendapatkan promosi jabatan sebagai Kapusdokkes Polri.

Kapolda Sulsel dan NTT Jalani Sertijab di Mabes PolriBrigjen Pol Musyafak (tengah). (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)

Tito yang memimpin acara sertijab itu pun menyematkan lencana dan tongkat komando kepada para perwira tinggi dan kemudian memimpin pembacaan sumpah jabatan.

"Bahwa saya selaku pejabat kepolisian Negara Republik Indonesia akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila UUD RI tahun 1945 dan NKRI. Bahwa saya akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan Polri, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan," ujar Tito.

"Bahwa saya akan bekerja dengan jujur, disiplin, tanggung jawab, cermat, untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara," sambungnya.

Mutasi serta promosi jabatan di lingkungan Polri tersebut tercantum dalam surat telegram nomor ST/2316/IX/KEP./2019 tanggal 2 Agustus 2019.

[Gambas:Video CNN] (gst/kid)