Ibu Kota Baru RI Penajam Paser Utara Diselimuti Asap Tipis

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 17:27 WIB
Ibu Kota Baru RI Penajam Paser Utara Diselimuti Asap Tipis Salah satu sudut Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang telah ditetapkan sebagai calon ibu kota RI yang baru, hingga saat ini masih diselimuti kabut asap tipis.

Dikutip dari Antara, kabut asap tipis masih menyelimuti wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, terutama pada Selasa (17/9) pagi.

Kendati intensitas kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara berhasil ditekan, udara di daerah itu masih bercampur dengan kabut asap tipis.


Untuk Penanggulangan kebakaran lahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara membentuk tim gabungan yang terdiri dari TNI/Polri dan instansi terkait, serta organisasi kemasyarakatan.

"Kualitas udara pagi di wilayah Penajam Paser Utara menurun akibat kabut asap," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Syarifah Asmawati.

Ia menyebut bau asap seperti bekas pembakaran menyesakkan saluran pernafasan. Warga pun harus menggunakan masker jika melakukan aktivitas di luar rumah.

Dengan kondisi tersebut, Dinas Kesehatan setempat mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Untuk mengantisipasi penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dampak dari kabut asap tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara telah membagikan sekitar 5.000 masker kepada masyarakat.

"Masker untuk mencegah penyakit ISPA akibat kabut asap itu dibagikan kepada masyarakat melalui masing-masing puskesmas," jelas Syarifah Asmawati.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan atau aktivitas di luar rumah, serta menerapkan hidup sehat.

Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, juga mengaku cukup terganggu dengan kondisi udara akibat kabut asap tersebut.

[Gambas:Video CNN] (arh)