10 Pria Sumedang Keracunan Herbal Anti Loyo Kopi Cleng

CNN Indonesia | Kamis, 19/09/2019 17:43 WIB
10 Pria Sumedang Keracunan Herbal Anti Loyo Kopi Cleng Ilustrasi perawatan medis. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepuluh orang di Sumedang menderita keracunan usai menenggak Kopi Cleng dan Kopi Jantan, minuman kopi herbal tradisional yang diyakini dapat meningkatkan stamina serta keperkasaan pria.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo menyatakan 10 pria tersebut kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab lain dari keracunan.

"Dari rumah sakit ada 10 orang yang keracunan kopi. Masih kami analisa juga apakah benar cuma dari kopi," kata Hartoyo saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com pada Kamis(19/9).

Kepolisian masih menunggu hasil dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan untuk mendalami penyebab keracunan. Hingga saat ini, dua produk kopi dengan nama Kopi Cleng dan Kopi Jantan masih menjadi dugaan kuat faktor penyebab keracunan tersebut.

"Kami analisa juga apakah benar cuma dari kopi itu karena 10 orang itu kan ada macam-macam. Ada yang hanya diseduh dengan air, ada yang dicampur madu, ada yang dicampur macem-macem gitu," jelasnya.

"Ini jadi sementara dugaan kita keracunannya kopi itu (Kopi Cleng dan Kopi Jantan) untuk memastikannya itu nanti menunggu hasil dari BPOM menunggu hasil dari dinas kesehatan," sambungnya.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu dari produk kopi tersebut, yakni Kopi Cleng telah ditetapkan masuk dalam daftar minuman berbahaya oleh BPOM sejak 2011 lalu. Sedangkan untuk Kopi Jantan belum memiliki izin edar.


"Public warning dari BPOM itu sudah sejak dari tahun 2011. Jadi dia sudah ditarik izin edarnya khusus untuk Kopi Cleng itu, kalau yang Kopi Jantan itu tidak ada izin edar dari BPOM," ungkapnya.

10 Pria korban keracunan ini membeli kopi penambah stamina yang dijual bebas di sejumlah warung berbeda yang tersebar di seluruh Sumedang. Ia mengatakan bahwa penjual tidak mengetahui pasti distributor resmi kedua kopi itu.

"Itu kan dijual bebas dari kecamatan-kecamatan. Itu dia belinya sachet-an jadi bukan hanya di satu warung kopi.Menurut keterangan para penjual ini mereka di dropping oleh distributor yang dia tidak kenal, jadi distributor kelilinglah," jelasnya.

Para penjual kedua kopi itu hanya ditetapkan sebagai saksi dan kepolisian masih mencari distributor mensuplai kopi setiap satu bulan sekali untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Hartoyo mengatakan bahwa para korban mengalami lemas setelah meminum kopi tersebut. Kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Pihak rumah sakit yang semula tidak mengetahui tragedi keracunan, menjadi curiga karena banyak pasien yang datang dengan keluhan yang serupa.

"Rumah sakit juga awalnya tidak tahu mereka dateng sendiri, lama-lama rumah sakit curiga kok ada satu dua orang dengan gejala yang sama, begitu digali lebih dalam baru mereka ngaku. Awalnya ya tidak ngaku dia, awalnya mungkin malu karena ini mungkin kan katanya kopi penambah stamina. Setelah digali baru mereka ngaku," katanya.

Kesepuluh korban keracunan itu datang ke rumah sakit mulai dari hari Jumat (13/9) hingga Senin (16/9) dan menjalani perawatan rata-rata 1 sampai 2 hari di rumah sakit daerah Sumedang.

"Ada mulai dari Jumat, masuk hari Jumat ada, hari Sabtu ada, hari Minggu ada, terakhir hari Senin kemarin. Setelah itu enggak ada lagi sepuluh orang itu sudah semua sudah kembali rata-rata dirawat 1 sampai 2 hari," jelasnya.

Sejauhini identitas korban keracunan yang tercatat kepolisian di antaranya Ricky Ruhuana (34), Pipik Sopyan (45), Yadi Taryadi (38), Imam Hilman (45), Suparman Hadi Herma (57), Yaya (47), Reddy Suryadipraja (51), Didi (57), Yanto Alanwari (24), dan Marya (70).
[Gambas:Video CNN] (ayu/gil)