Y sebelumnya ditangkap di Klaten, Jawa Tengah pada Kamis (14/3). Ia disebut termasuk jaringan teroris Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi menjelaskan bahwa Y ditemukan dalam kondisi lemas di ruang istirahat pemeriksaan Rutan Polda Metro Jaya pada Senin (18/3) pagi. Setelahnya, Y lalu dilarikan ke RS Polri Raden Said Soekanto Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mendapat perawatan medis.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Pada saat itu, Y diketahui usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Densus 88/Antiteror Polri pada Minggu (17/3) malam. Pada saat pemeriksaan, Y diketahui sempat meminta izin untuk ke toilet.
"Antara ruang pemeriksaan dengan kamar mandi itu berjauhan, kemudian paginya ditemukan yang bersangkutan dalam keadaan sakit," tutur Dedi.
Dokter RS Polri, Asri mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah Y ditemukan bahwa organ-organ dalam yang bersangkutan mengalami korosif yang diakibatkan bahan kimia keras.
Bahan kimia tersebut ditemukan di dalam organ pencernaan, sehingga diduga bahan kimia itu masuk melalui saluran pencernaan.
Rumah Tahanan di Polda Metro Jaya. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
Cairan lambung dari Y tersebut kemudian diambil dan dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. Dari hasil labfor, ditemukan bahwa dalam lambung Y mengandung zat asam klorida dengan kadar sebesar 8,5 persen. Zat tersebut, kata dokter Asri, termasuk golongan asam kuat.
"Ini yang menyebabkan lambungnya bocor dan pendarahan hebat sehingga meninggal dunia," ujarnya.
Di sisi lain, dr Edy menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap jenazah, pihaknya tak bisa menentukan kapan dan bahan apa yang diminum oleh Y.
Nantinya, sambung Edy, akan dilakukan olah TKP untuk mengetahui asal zat tersebut. Menurut dia, zat asam klorida tersebut terbilang cukup mudah untuk didapatkan.
Presiden Jokowi mengunjungi lokasi ledakan bom dari rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, di Sibolga, Sumatera Utara, Minggu (17/3). (Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden) |
Polisi menangkap Y alias Khodijah di Klaten, Jawa Tengah pada Kamis (14/3) lalu. Polisi menduga Y sudah merencanakan serangan atau amaliyah bersama terduga teroris asal Sibolga, Sumatera Utara, Abu Hamzah (AH).
Amaliyah itu direncanakan dilakukan bersama terduga teroris yang sudah ditangkap sebelumnya, P, dan seorang lainnya yang masih dalam pengejaran, SH.
Y diketahui juga memerintahkan SH untuk mengunggah sebuah video yang berisi ancaman kepada anggota kepolisian yang sedang melaksanakan tugas.
[Gambas:Video CNN]
Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Into The Light ([email protected]) untuk penduduk Jabodetabek atau Inti Mata Jiwa untuk penduduk Yogyakarta dan sekitarnya ([email protected]).
(dis/arh)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. (
Rumah Tahanan di Polda Metro Jaya. (
Presiden Jokowi mengunjungi lokasi ledakan bom dari rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, di Sibolga, Sumatera Utara, Minggu (17/3). (