Dalam siaran pers Kemenkes, Tim medis ini terdiri dari Pusat Krisis Kesehatan, Gizi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Surveilans, dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangkaraya, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), dan dokter spesialis paru.
Sementara logistik yang didistribusikan antara lain masker, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita guna meningkatkan gizi, dan alat penjernih udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mayoritas lahan yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga proses pemadaman membutuhkan banyak air, di sisi lain di Provinsi Kalteng saat ini tengah kesulitan air," kata Suyuti dikutip dari Antara, Jumat (20/9).
Suyuti menambahkan bahwa antusiasme rumah sakit swasta untuk menyediakan rumah singgah cukup baik.
"Tanpa diminta pun mereka sudah mendirikannya," kata dia.
Di samping itu, Pemprov Kalimantan Tengah juga menjalin kolaborasi dengan komunitas, organisasi keamanan serta masyarakat.
Tabung-tabung oksigen dibawa menggunakan dua bus secara beriringan yang dimobilisasi berkeliling ke wilayah penduduk guna memberikan bantuan pernapasan.
Sekadar diketahui, BNPB menyebut, data per Selasa (17/9), 2.637 jiwa di Kalimantan Tengah terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan ISPA yang dialami oleh warga akibat karhutla di wilayah Kalteng.
Sementara di wilayah lain, yakni Kotawaringin Timur 513 jiwa, Murung Raya 394 jiwa, Barito Utara 227 jiwa, Kapuas 161 jiwa, dan Kotawaringin Barat 147 jiwa.
"Wilayah lain seperti Barito Timur, Barito Selatan, Gunung Mas, Katingan, Lamandau, Pulang Pisau, Sukamara, penderita ISPA kurang dari 100 jiwa," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (antara/osc)