KPK soal Permintaan Bantuan Buwas: Kami Sangat Terbuka

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 21/09/2019 16:11 WIB
KPK soal Permintaan Bantuan Buwas: Kami Sangat Terbuka Buwas minta bantuan KPK untuk menangani kejahatan oknum penyalur beras rakyat miskin. (Foto: CNN Indonesia/Agusti Yanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbuka untuk menjalin komunikasi terkait penanganan kejahatan yang dilakukan sejumlah oknum penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagaimana disampaikan Dirut Perum Bulog Budi Waseso.

Hanya saja, menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, bantuan yang dapat diberikan sebatas pada kewenangan yang dimiliki lembaganya.

"Saya kira komunikasi-komunikasi jika memang ada dukungan yang dibutuhkan dari kewenangan KPK, pasti kami akan terbuka. Karena dengan Pak Budi Waseso misalnya, kami sudah melakukan MoU untuk konteks yang lain dan ada Pimpinan KPK juga di sana," kata Febri kepada wartawan, Jum'at (20/9) malam.


"Jadi, kalau memang ada kebutuhan kerja sama dalam konteks pencegahan atau koordinasi supervisi pencegahan, kami sangat terbuka untuk berkomunikasi terkait hal itu," lanjutnya.


Sebelumnya, Budi Waseso meminta bantuan kepada KPK agar menangani kejahatan sejumlah oknum penyalur beras BPNT. Budi Waseso pun menjelaskan bahwa satuan tugas pangan masih melakukan proses penyidikan untuk membuktikan adanya tindak kejahatan yang merugikan warga penerima beras sejahtera (rastra) itu.

"Di Undang-Undang KPK, kan Rp1 miliar KPK harus ditangani KPK, makanya kami dorong dengan kekuatan KPK," ujar Budi Waseso seperti dikutip dari Antara, Jum'at (20/9).

Budi Waseso menyebutkan beberapa dugaan pelanggaran hukum oleh oknum penyalur BPNT. Mulai dari penetapan harga beras yang terlalu tinggi hingga beras yang harganya tidak sesuai dengan kualitas beras yang diberikan.

Selain itu, oknum juga diduga menyebarkan kampanye negatif dengan menuding beras Bulog tidak berkualitas. Padahal, ia menegaskan bahwa beras yang disalurkan untuk BPNT berasal dari beras medium berkualitas.


"Jadi itu memfitnah Bulog, salah satunya, dikasih beras jelek karena kantongnya merek Bulog, maka langsung orang berasumsi itu produk Bulog yang berkutu, jelek bau, dan lain-lain," tuturnya.

[Gambas:Video CNN] (ryn/ayk)