Bentrokan yang pecah itu diawali dengan upaya demonstran merangsek masuk kompleks kantor DPRD. Aksi kericuhan terjadi selepas magrib pukul 18.30 WIB.
Namun, mahasiswa tak menggubris dan memilih melawan polisi. Mereka melemparkan benda-benda tumpul seperti batu ke arah polisi yang bertahan di halaman dalam gedung DPRD Jabar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi menerangkan pembubaran paksa aksi demonstrasi karena sudah melebihi batas waktu.
"Tapi tadi sudah lebih dari jam 18.00 belum juga bubar. Berhenti magrib malah mereka memaksa masuk ke gedung DPRD ini," ucapnya.
"Kita bertahan tetap berusaha dengan baik membubarkan akan tetapi memang ada yang harus berkorban, yang penting adalah Pak Kapolrestabes berhasil menahan emosi anggota, tidak melakukan pelanggaran dan mereka anggota ada enam orang terluka akibat lemparan dari mahasiswa," sambung Rudy.
Rudy berharap kejadian ricuhnya demonstrasi tidak terulang kembali.
"Ini mudah-mudahan yang terakhir. Saya mengimbau bahwa rekan-rekan mahasiswa untuk unjuk rasa sesuai aturan gak usah lempar batu. Kalau besok masih ada saya mengimbau untuk tertib," ujarnya.
Aksi mahasiswa menolak RKUHP dan revisi UU KPK serta RUU kontroversial ini sendiri tak hanya terjadi di Jakarta hari ini. Aksi serupa diketahui berlangsung pula di Yogyakarta, Bandung, Cirebon, Malang, Jombang, Makassar, dan Tanjungpinang. RKUHP sendiri telah disepakati DPR pada tingkat I atau tingkat komisi untuk dibawa dan disahkan dalam Rapat Paripurna.
Selain di Bandung, kericuhan aksi mahasiswa menolak RKUHP, revisi UU KPK, dan RUU Kontroversial lain pun terjadi di Tanjungpinang (Kepulauan Riau), dan Jakarta hari ini.