Bubarkan Aksi di DPRD Jabar, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 20:38 WIB
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa aksi mahasiswa tolak RKUHP di depan Gedung DPRD Jabar, Bandung. mahasiswa di Bandung dan sekitarnya menggelar unjuk rasa, Senin (23/9). (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)
Bandung, CNN Indonesia -- Bentrokan antara aparat kepolisian dengan peserta aksi ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masih berlangsung di depan Kantor DPRD Jawa Barat, Bandung, pecah pada Senin (23/9) malam.

Bentrokan yang pecah itu diawali dengan upaya demonstran merangsek masuk kompleks kantor DPRD. Aksi kericuhan terjadi selepas magrib pukul 18.30 WIB.
Aparat kepolisian meminta mahasiswa untuk membubarkan diri. Namun, peserta aksi yang sudah memadati jalanan depan DPRD Jabar terus merangsek ke gerbang dewan. Pihak kepolisian akhirnya mencoba membubarkan mahasiswa dengan menembakkan gas air mata dan semprotan air dari mobil water canon ke arah mahasiswa.

Namun, mahasiswa tak menggubris dan memilih melawan polisi. Mereka melemparkan benda-benda tumpul seperti batu ke arah polisi yang bertahan di halaman dalam gedung DPRD Jabar.


Sekitar pukul 20.00 WIB, upaya mensterilkan situasi jalan akhirnya berhasil dilakukan aparat di depan DPRD Jabar.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi menerangkan pembubaran paksa aksi demonstrasi karena sudah melebihi batas waktu.

"Malam ini harusnya demonya memang tertib. Peraturannya unjuk rasa itu sampai jam 18.00. Suratnya juga begitu," kata mantan Dankor Brimob tersebut.

Menurut Rudy, pihaknya sudah menunggu massa untuk membubarkan diri setelah waktu yang ditentukan selesai. Bahkan massa sempat menghentikan aktivitas saat magrib tiba.

"Tapi tadi sudah lebih dari jam 18.00 belum juga bubar. Berhenti magrib malah mereka memaksa masuk ke gedung DPRD ini," ucapnya.

"Kita bertahan tetap berusaha dengan baik membubarkan akan tetapi memang ada yang harus berkorban, yang penting adalah Pak Kapolrestabes berhasil menahan emosi anggota, tidak melakukan pelanggaran dan mereka anggota ada enam orang terluka akibat lemparan dari mahasiswa," sambung Rudy.

Rudy berharap kejadian ricuhnya demonstrasi tidak terulang kembali.

"Ini mudah-mudahan yang terakhir. Saya mengimbau bahwa rekan-rekan mahasiswa untuk unjuk rasa sesuai aturan gak usah lempar batu. Kalau besok masih ada saya mengimbau untuk tertib," ujarnya.

Aksi mahasiswa menolak RKUHP dan revisi UU KPK serta RUU kontroversial ini sendiri tak hanya terjadi di Jakarta hari ini. Aksi serupa diketahui berlangsung pula di Yogyakarta, Bandung, Cirebon, Malang, Jombang, Makassar, dan Tanjungpinang. RKUHP sendiri telah disepakati DPR pada tingkat I atau tingkat komisi untuk dibawa dan disahkan dalam Rapat Paripurna.

Selain di Bandung, kericuhan aksi mahasiswa menolak RKUHP, revisi UU KPK, dan RUU Kontroversial lain pun terjadi di Tanjungpinang (Kepulauan Riau), dan Jakarta hari ini.

[Gambas:Video CNN] (hyg/kid)