Semburan Lumpur Minyak dan Gas Muncul di Surabaya

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 07:32 WIB
Semburan Lumpur Minyak dan Gas Muncul di Surabaya Semburan lumpur yang disebut mengandung minyak dan gas muncul di pekarangan rumah di Surabaya, kemarin. (CNN Indonesia/Farid Miftah)
Surabaya, CNN Indonesia -- Semburan lumpur muncul mendadak di pekarangan rumah, di bilangan Perumahan Kutisari Indah Utara III, Surabaya, Jawa Timur. Semburan yang tak terlalu tinggi tersebut juga beraroma gas.

Penghuni rumah, Setiawan (59) mengatakan semburan tersebut mulai terjadi Senin (23/9) pukul 13.00 WIB. Dirinya mengaku kaget mengetahui tiba-tiba ada lumpur tercecer di pekarangannya.

"Tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB, saya kaget ada lumpur tercecer, baunya seperti ada minyak atau gas," kata Setiawan, kepada wartawan, kemarin.


Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke RT setempat dan juga ke pihak perusahaan, PT Classic Prima Karpet, selaku pemilik rumah tersebut. Rumah itu sendiri adalah fasilitas dinas untuk para pegawai.

"Saya lapor RT dan panggil Pak Waskito (HRD PT Classic Prima Karpet), untuk melihat lumpur tersebut," kata dia.

Usai melihatnya, Setiawan bersama Waskito pun berinisiatif untuk menutup lubang semburan lumpur tersebut. Namun, upayanya itu sia-sia lantaran lumpur malah menyembul dari lubang lainnya.

Lubang baru itu pun, menurut Setiawan malah membesar dari lubang sebelumnya yang mereka tutup. Mengetahui hal itu, mereka pun batal menutup lubang titik semburan tersebut.

"Tadi sempat coba saya tutup, tapi [lumpur] malah keluar dari lubang lain, malah lebih besar," kata dia.

Waskito mengatakan berdasarkan pengukuran pihaknya ketinggian semburan lumpur tersebut mencapai 10-20 sentimeter (cm), dengan diameter lubang 10-20 cm, dengan kedalaman lubang 30-40 cm.

"Diameternya sekitar 10-20 cm, dengan kedalaman 30-40 centimeter waktu saya ukur," kata dia.

Meski tak mengeluarkan hawa panas, Waskito menyebut lumpur tersebut dapat terbakar. Hal itu diketahui usai warga mencoba membakar sampelnya.

Ia menambahkan sejauh ini sudah ada sejumlah pihak yang melakukan pengecekan ke semburan lumpur tersebut, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan petugas PGN.

Dari hasil pengecekan sementara, lumpur tersebut diketahui bermuatan gas dan minyak. Kini pihaknya pun masih menunggu uji laboratorium lebih lanjut.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, lumpur tersebut pun terus menerus menyembur. Di sekelilingnya kemudian dibangun bak penampungan sementara untuk menahan luberan.

Sementara itu, ada pula puluhan karung berisi lumpur yang telah dipindahkan. Di sekitar pusat semburan, juga telah terpasang garis pembatas Satpol PP.

(frd/arh)