Penghuni rumah, Setiawan (59) mengatakan semburan tersebut mulai terjadi Senin (23/9) pukul 13.00 WIB. Dirinya mengaku kaget mengetahui tiba-tiba ada lumpur tercecer di pekarangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lapor RT dan panggil Pak Waskito (HRD PT Classic Prima Karpet), untuk melihat lumpur tersebut," kata dia.
Lubang baru itu pun, menurut Setiawan malah membesar dari lubang sebelumnya yang mereka tutup. Mengetahui hal itu, mereka pun batal menutup lubang titik semburan tersebut.
"Tadi sempat coba saya tutup, tapi [lumpur] malah keluar dari lubang lain, malah lebih besar," kata dia.
"Diameternya sekitar 10-20 cm, dengan kedalaman 30-40 centimeter waktu saya ukur," kata dia.
Meski tak mengeluarkan hawa panas, Waskito menyebut lumpur tersebut dapat terbakar. Hal itu diketahui usai warga mencoba membakar sampelnya.
Ia menambahkan sejauh ini sudah ada sejumlah pihak yang melakukan pengecekan ke semburan lumpur tersebut, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan petugas PGN.
Dari hasil pengecekan sementara, lumpur tersebut diketahui bermuatan gas dan minyak. Kini pihaknya pun masih menunggu uji laboratorium lebih lanjut.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, lumpur tersebut pun terus menerus menyembur. Di sekelilingnya kemudian dibangun bak penampungan sementara untuk menahan luberan.
Sementara itu, ada pula puluhan karung berisi lumpur yang telah dipindahkan. Di sekitar pusat semburan, juga telah terpasang garis pembatas Satpol PP.
(frd/arh)