Mahasiswa Lawan Gas Air Mata dengan Kumandang Indonesia Raya

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 17:37 WIB
Mahasiswa Lawan Gas Air Mata dengan Kumandang Indonesia Raya Mahasiswa tercerai berai usai ditembakkan gas air mata, sebagian memilih bertahan sambil terus mengumandangkan lagu Indonesia Raya. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan pedemo yang tergabung dalam sejumlah elemen mahasiswa bersama masyarakat sipil dipukul mundur meninggalkan halaman depan gedung DPR, Selasa (24/9). Massa penuntut sejumlah RUU kontroversial itu diberondong rentetan tembakan gas air mata dari aparat keamanan.

Mobil komando membawa ribuan mahasiswa yang terpecah barisan antara arah Semanggi dengan Slipi. Di balik mobil komando, ribuan mahasiswa mengumandangkan Indonesia Raya dipimpin koordinator aksi.

"Indonesia Raya berkumandang di tengah rentetan tembakan gas air mata," laporan pewarta CNNIndonesia.com, Prima Gumilang.


Selain rentetan gas air mata, polisi juga melakukan upaya pembubaran aksi mahasiswa dengan water canon.
Sementara itu, kondisi di tol dalam kota depan gedung DPR tampak lengang, hanya menyisakan sejumlah sisa bakaran mahasiswa tadi siang.

"Tol dalam kota masih ditutup," lanjut laporan Prima Gumilang.

Diberitakan sebelumnya, bentrok mahasiswa dengan aparat terjadi mulai sekitar pukul 16.20 WIB setelah mahasiswa peserta aksi berulang kali mencoba menerobos gerbang DPR/MPR sejak siang tadi.
Polisi melontarkan gas air mata dan menembakkan meriam air ke arah aksi mahasiswa dari balik pagar kompleks parlemen.

Kericuhan pecah, setelah lima mahasiswa yang terpantau hendak menaiki gerbang DPR/MPR. Lontaran gas air mata dan tembakan meriam air itu pun dibalas mahasiswa dengan lemparan batu hingga botol. Massa sempat buyar saat gas air mata dan meriam air ditembakkan, namun mereka tetap bertahan di sekitar gedung DPR.
[Gambas:Video CNN] (ain/ain)