Rentetan Gas Air Mata Bersahutan Azan Magrib di Senayan

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 18:22 WIB
Rentetan Gas Air Mata Bersahutan Azan Magrib di Senayan Aparat kepolisian tak berhenti melepas tembakan gas air mata untuk membubarkan massa aksi mahasiswa di kompleks parlemen, Senayan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat kepolisian terus berusaha membubarkan massa demonstrasi mahasiswa di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/9). Gas air mata terus ditembakkan ketika azan magrib berkumandang

"Hujan gas air mata tak henti di tengah azan di Senayan. Polisi masih memukul mundur barisan mahasiswa ke arah Semanggi," laporan pewarta CNNIndonesia.com, Prima Gumilang.

Pantauan di lapangan, polisi dan massa aksi berhadapan di bawah jembatan penyeberangan tak jauh dari JCC Senayan.

Api terlihat membakar jalanan. Asap hitam membubung tinggi di depan mahasiswa. Tembakan gas air mata tampak dilepaskan ke arah depan Gedung Kemenpora


"Ketegangan masih terjadi di barisan mahasiswa yang berada di kawasan dekat JCC, tepatnya jalan Gatot Subroto," ujar Prima.

Polisi telah memukul mundur mahasiswa aksi di Gedung DPR dengan water cannon. Mahasiswa kocar kacir, banyak mahasiswa yang berlarian menuju ke arah Jembatan Slipi. Sebagian lainnya berlarian ke arah Semanggi. Namun, tak sedikit pula mahasiswa yang coba bertahan di jalan tol depan gedung DPR.

Polisi masih terus berusaha memukul mundur mahasiswa. Tiga baracudda disiagakan untuk menghalau mahasiswa.

Bentrok mahasiswa dengan aparat terjadi mulai sekitar pukul 16.20 WIB setelah mahasiswa peserta aksi berulang kali mencoba menerobos gerbang DPR/MPR sejak siang.

Polisi melontarkan gas air mata dan menembakkan meriam air ke arah aksi mahasiswa dari balik pagar kompleks parlemen.

Kericuhan pecah, setelah lima mahasiswa yang terpantau hendak menaiki gerbang DPR/MPR. Lontaran gas air mata dan tembakan meriam air itu pun dibalas mahasiswa dengan lemparan batu hingga botol. Massa sempat buyar saat gas air mata dan meriam air ditembakkan, namun mereka tetap bertahan di sekitar gedung DPR.

Sementara itu, beberapa wartawan yang semula berada di luar pagar kompleks parlemen pun diminta masuk ke balik gerbang.

Aksi mahasiswa dan elemen gabungan yang terjadi di depan gedung DPR itu di antaranya menuntut penolakan atas pengesahan sejumlah RUU kontroversial seperti RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, revisi RUU KPK yang sudah disahkan jadi undang-undang, dan menuntut pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Tak hanya di Jakarta, aksi serupa juga terjadi di Bandung, Makassar, Semarang, dan sejumlah kota besar lainnya.
[Gambas:Video CNN] (pmg/gil)