Hal itu diungkapkan Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Luki Hermawan saat meninjau situasi di kantor DPRD Jatim, Surabaya, Rabu (25/9). Dia mengatakan aparat juga disiagakan di Kota Malang.
"Ada 700 personel untuk hari ini, dan ada beberapa kota, di Malang juga kami siapkan juga. Memang Malang dan Surabaya ini menjadi atensi khusus," kata Luki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu dilakukan untuk mengantisipasi unjuk rasa diikuti hingga ribuan orang.
"Kita siapkan juga pasukan Asmaul Husna kita kedepankan polwan, kita kedepankan polwan. Besok kalau, dalam jumlah besar mudah-mudahan dengan tampilnya polwan-polwan yang ada di depan ini akan mendinginkan," kata dia.
Mahasiswa di Surabaya menggelar aksi di DPRD hari ini. (CNN Indonesia/Farid Miftah) |
Para personel tersebut kata Luki, sudah diawasi dengan betul mengenai kelengkapan dan kesehatannya. Begitu pula soal senjata yang mereka bawa.
Anggota yang siaga, kata dia hanya dibekali dengan senjata gas air mata. Tak ada peluru karet atau tajam.
Lihat juga:Ricuh Aksi Mahasiswa di Malang, Tiga Luka |
Luki lalu mengimbau agar anggotanya tertib saat melakukan pengamanan. Kepada mahasiswa, Luki juga berpesan agar unjuk rasa dilaksanakan dengan tertib dan damai.
Pantauan CNNIndonesia.com di kantor DPRD Jawa Timur yang berlokasi di Jalan Indrapura, Surabaya, mahasiswa yang ingin menggelar aksi unjuk rasa mulai berdatangan.
Mereka berasal dari Universitas Negeri Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim Surabaya, serta berbagai universitas lainnya.
[Gambas:Video CNN] (bmw/frd/bmw)
Mahasiswa di Surabaya menggelar aksi di DPRD hari ini. (CNN Indonesia/Farid Miftah)