Mahasiswa Surabaya Demo DPRD, Polisi Siapkan 700 Personel

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 12:20 WIB
Mahasiswa Surabaya Demo DPRD, Polisi Siapkan 700 Personel Polda Jatim menyiagakan 700 personel untuk mengawal aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor DPRD Jatim(CNN Indonesia/Farid Miftah)
Surabaya, CNN Indonesia -- Polda Jawa Timur menyiagakan 700 personel di kantor DPRD Jatim untuk mengawal aksi unjuk rasa yang akan dilakukan mahasiswa pada hari ini, Rabu (25/9). Ratusan personel itu juga berasal dari sejumlah polres yang ada di wilayah Jatim.

Hal itu diungkapkan Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Luki Hermawan saat meninjau situasi di kantor DPRD Jatim, Surabaya, Rabu (25/9). Dia mengatakan aparat juga disiagakan di Kota Malang.

"Ada 700 personel untuk hari ini, dan ada beberapa kota, di Malang juga kami siapkan juga. Memang Malang dan Surabaya ini menjadi atensi khusus," kata Luki.


Selain kepolisian, Luki mengatakan pengamanan akan diperkuat oleh personel TNI. Ada pula kelompok masyarakat yang dilibatkan untuk menjaga keamanan.

Itu dilakukan untuk mengantisipasi unjuk rasa diikuti hingga ribuan orang.

"Kami juga libatkan TNI dalam perjalanan ke sini, karena perbantuan TNI dan ada beberapa masyarakat dari kelompok-kelompok yang memang cinta damai kita akan libatkan," kata dia.
Soal aksi hari ini dan Kamis (26/9) besok, Polda Jatim turut menyiapkan pasukan Asmaul Husna dan polwan dalam jumlah yang besar. Luki berharap polwan bisa mendinginkan suasana.

"Kita siapkan juga pasukan Asmaul Husna kita kedepankan polwan, kita kedepankan polwan. Besok kalau, dalam jumlah besar mudah-mudahan dengan tampilnya polwan-polwan yang ada di depan ini akan mendinginkan," kata dia.
Mahasiswa Surabaya Demo DPRD, Polisi Siapkan 700 PersonelMahasiswa di Surabaya menggelar aksi di DPRD hari ini. (CNN Indonesia/Farid Miftah)

Para personel tersebut kata Luki, sudah diawasi dengan betul mengenai kelengkapan dan kesehatannya. Begitu pula soal senjata yang mereka bawa.

Anggota yang siaga, kata dia hanya dibekali dengan senjata gas air mata. Tak ada peluru karet atau tajam.
"Kami cek tanya satu persatu bagaimana cara penggunaannya, kapan saat menggunakan seluruh apa gas air mata dan kami cek tidak ada yang membawa senjata baik itu karet maupun tajam, dan saya juga cek kondisi kesehatannya dan ini banyak hal untuk meyakinkan mereka juga kondisi psikologis harus siap," kata dia.

Luki lalu mengimbau agar anggotanya tertib saat melakukan pengamanan. Kepada mahasiswa, Luki juga berpesan agar unjuk rasa dilaksanakan dengan tertib dan damai.

Pantauan CNNIndonesia.com di kantor DPRD Jawa Timur yang berlokasi di Jalan Indrapura, Surabaya, mahasiswa yang ingin menggelar aksi unjuk rasa mulai berdatangan.

Mereka berasal dari Universitas Negeri Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim Surabaya, serta berbagai universitas lainnya.

[Gambas:Video CNN] (frd/bmw)