Pagar Belakang DPR Alami Kerusakan Paling Parah

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 15:13 WIB
Pagar Belakang DPR Alami Kerusakan Paling Parah Gerbang belakang Gedung DPR dijebol massa. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengatakan pintu pagar di bagian belakang Gedung DPR mengalami kerusakan paling parah akibat kericuhan usai demonstrasi mahasiswa pada Selasa (24/9).

Menurutnya, pintu pagar tersebut roboh dan sebuah pos pengamanan dibakar oleh massa yang melakukan tindak anarkistis hingga Rabu (25/9) dini hari.

"[Kerusakan paling parah] di pintu belakang karena memang sampai dengan malam itu sampai dengan dini hari masih banyak massa di arah belakang. Di dalam pagar kita juga ada kantor pos polisi kecil juga dibakar," kata Indra kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (25/9).


Selain itu, menurutnya, kerusakan juga terjadi di area pintu bagian depan DPR seperti pagar yang jebol hingga tembok atau pilar-pilar pagar yang dipenuhi dengan coretan.

Meski begitu, Indra berkata, pihaknya belum menghitung total biaya yang dikeluarkan DPR untuk mengambalikan seluruh kondisi bangunan seperti semula.


Pihaknya memilih langsung memperbaiki seluruh kerusakan yang terjadi menggunakan peralatan-peralatan yang dimiliki.

Indra menyampaikan proses penghitungan biaya perbaikan yang dikeluarkan akan dihitung setelah semua perbaikan selesai dilakukan.

"Kami belum menghitung secara nominal. Karena memang prioritas kami saat ini tidak melakukan penghitungan. Kami perbaiki dulu nanti akan kita hitung belakangan," ucapnya.

Lebih jauh, Indra menyampaikan bahwa sebanyak empat orang petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR mengalami luka-luka akibat kericuhan yang terjadi pascademonstrasi kemarin.

Menurutnya, empat petugas Pamdal DPR itu telah mendapatkan perawatan medis saat ini.

"Dari pegawai kita yang luka serius tidak ada, tapi beberapa kemarin itu yang masih di rumah sakit sesak nafas akibat gas air mata.

Dia menambahkan, aktivitas di DPR berjalan dengan normal pada hari ini, Rabu (25/9). Ia pun memastikan seluruh DPR akan tetap menggelar Rapat Paripurna untuk membahas sejumlah topik yang telah diagendakan sebelumnya.


Sebelumnya, ribuan mahasiswa dari berbagai universitas dan penjuru daerah menggelar demonstrasi untuk menolak revisi UU KPK dan RKUHP di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta pada Selasa (24/9).

Demonstrasi pun mulai memanas sejak sekitar pukul 13.48 WIB setelah massa mulai melempar botol ke arah dalam Gedung MPR/DPR/DPD. Selang satu jam kemudian, mahasiswa memblokade jalan tol dalam kota hingga mengakibatkan lalu lintas tersendat.

Hingga akhirnya, bentrokan pecah antara aliansi gabungan mahasiswa-aktivis dengan polisi sekitar pukul 16.20 WIB setelah mahasiswa peserta aksi berulang kali mencoba menerobos gerbang Gedung MPR/DPR/DPD.

Polisi pun menembakkan gas air mata dan menembakkan meriam air ke arah aksi mahasiswa dari balik pagar kompleks parlemen. Kericuhan pun terjadi hingga dini hari.

(mts/arh)