Diketahui, setidaknya dalam 2 hari terakhir mahasiswa di berbagai daerah melakukan aksi unjuk rasa menolak penetapan revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), revisi KUHP, RUU Pertanahan dan sejumlah RUU bermasalah lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bahkan curiga asing berhasil menyusup ke ideologi mahasiswa dan nantinya akan mengancam stabilitas serta kedaulatan negara.
Mahasiswa berdemo di gedung DPR, dan juga gedung-gedung DPRD di sejumlah wilayah, karena menolak perundangan yang diskriminatif dan melamahkan pemberantasan korupsi. (NTARA FOTO/Muhammad Adimaja) |
"Kita tidak tahu ideologi tertentu menyelinap dan itu merusak bangsa dan mengancam kedaulatan negara. Supaya ideologi itu laku, menumpang di isu-isu baru, anti korupsi dan seterusnya. Bagi kami (NU) anti korupsi yes, tapi anti radikalisme juga yes," tambahnya.
Ia pun meminta mahasiswa untuk sadar, dan menolak bila aksinya dibiayai oleh pihak asing ataupun oleh orang Indonesia sendiri yang terindikasi terlibat dalam jaringan asing.
NU sendiri, ujar Marzuki, telah memerangi korupsi dengan mengedepankan semangat kebanggaan dan nasionalisme, bukan dengan cara politis.
"Kalau tentang [pemberantasan] korupsi, ayo NU juga di situ. Tapi jangan sampai ada penumpang gelap di situ, ujung-ujungnya terkait Pilpres kemarin dan seterusnya," pungkas pengasuh Ponpes Sabilur Rosyad Malang ini.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Hal ini, kata dia, bisa dilihat dari tuntutan mahasiswa yang masih dalam jalur mengkritisi dewan soal RUU kontroversial.
"Demo yang dilakukan ini dimotori kekuatan yang cukup steril. Teman-teman di Gejayan itu mereka punya cara pandang lebih genuine dalam merespon," kata Khairul, merujuk pada gerakan mahasiswa #GejayanMemanggil, Yogyakarta, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/9).
Kendati begitu, Khairul mengatakan ada peluang kepentingan politik bisa menunggangi demo mahasiswa ini.
(frd/arh)
Mahasiswa berdemo di gedung DPR, dan juga gedung-gedung DPRD di sejumlah wilayah, karena menolak perundangan yang diskriminatif dan melamahkan pemberantasan korupsi. (
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian