Pembunuhan Anak di Sukabumi Diduga Karena Ibu Angkat Cemburu

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 03:59 WIB
Pembunuhan Anak di Sukabumi Diduga Karena Ibu Angkat Cemburu Ilustrasi pemerkosaan dan pembunuhan. (Istockphoto/ Ilbusca).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polres Sukabumi menangkap tiga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap NP (5). Pelaku adalah ibu angkat NP, yaitu SR dan kedua anak kandungnya, RN (16) dan RD (14).

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengatakan NP dibunuh dengan cara dicekik oleh SR dan RD secara bergantian. Dari hasil visum ditemukan NP mengalami patah tulang leher dan sendi lidah.

"Dicekik pertama oleh si ibu sama si anak bergantian. Pas autopsi ada patah tulang leher dan sendi lidah," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (25/9).


Nasriadi mengatakan ada dua motif pembunuhan itu terjadi. Pertama, SR kesal dengan NP yang sering meminta uang jajan lantaran kondisi keuangan yang tidak stabil. Kedua, karena SR cemburu melihat RN bersetubuh dengan NP.
Pasalnya SR juga melakukan hubungan badan dengan kedua anak kandungnya tersebut. Selain itu SR merasa terpenuhi kebutuhan biologisnya ketika berhubungan badan dengan RN.

Namun justru SR mendapati RN malah menyetubuhi NP. Hal itu yang membuat SR cemburu.

"Dari pendalaman kita saat proses penangkapan, dan hasil BAP tersangka, ini adalah inses, ibu yang sering lakukan hubungan seksual dengan anak kandungnya. Dia melakukan hubungan seksual dengan si anak nomor satu, dan nomor dua," ucapnya.

"Dia sering melakukan itu dan merasa agak terpuaskan dengan si anak nomor satu. Karena pada saat dia tertangkap anaknya nomor satu sedang setubuhi adik angkatnya, dia agak kesal, timbul rasa cemburu," ucapnya.

Nasriadi menjelaskan kronologi yang terjadi. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/9). Pertama kali NP diperkosa oleh RD. Setelah itu datanglah RN dan ikut memperkosa NP.
Saat RN memperkosa NP, datanglah SR yang melihatnya. SR pun cemburu dan mencekik NP usai diperkosa oleh RN. Tak hanya itu, SR pun menyuruh RN untuk ikut mencekik NP.

Kemudian SR dan RN pun melakukan hubungan intim di dekat jasad NP. Setelah itu jasad NP dikenakan pakaian lengkap dengan sandal. Mereka pun membuang NP ke Sungai Cimandiri.

Namun sekitar pukul 13.00 WIB warga menemukan jasad NP. Warga pun melaporkannya ke pihak kepolisian. Tak hanya itu, warga pun mengenali jasad itu adalah NP.

Pada Senin (23/9) malam polisi pun menangkap ketiga pelaku. Polisi kemudian menelusuri penemuan itu.

"Kita datang ke rumahnya, ibunya pura-pura nangis anak saya ilang dan lainnya. Ketika kita lakukan penggeledahan kita dapatkan celana yang ada spermanya, dan handuknya. Anak pertama enggak ada di rumah, kabur, akhirnya kita tangkap di sekolahnya," tuturnya.
Alasan RN dan RD melakukan perbuatan itu diduga karena sering menonton film porno. Keduanya pun melampiaskannya kepada NP selama kurang lebih satu bulan belakangan.

Nasriadi mengatakan pihaknya juga melakukan tes kejiwaan kepada para pelaku.

"Masih didalami dulu karena lagi fokus pemeriksaan nanti akan diperiksa psikologisnya," ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, ketiga tersangka dijerat Pasal 80, 81, dan 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

[Gambas:Video CNN]

(gst/osc)