Polri soal Hilangnya Cuitan Ambulans: Di Instagram Masih Ada

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 16:23 WIB
Kabid Humas Polda Metro, Kombes Argo Yuwono menolak menanggapi dugaan dihapusnya cuitan @TMCPoldaMetro tentang mobil ambulans pengangkut batu. Polda Metro Jaya mengklarifikasi tentang mobil ambulans yang membawa batu dan bensin saat aksi demo. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi enggan membeberkan alasan di balik menghilangnya cuitan di akun Twitter @TMCPoldaMetro tentang lima mobil ambulans yang diamankan lantaran diduga membawa batu dan bensin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono justru berdalih meski cuitan di Twitter itu menghilang, namun informasi yang sama masih ada di akun Instagram @tmcpoldametro.

"Kan di IG (Instagram)-nya ada," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/9).


Apalagi, menurut Argo, informasi yang diunggah pada akun Twitter ataupun Instagram tersebut juga sama, yakni tentang sejumlah mobil ambulans, termasuk milik Pemprov DKI yang diamankan karena diduga membawa batu dan bensin.

"Iya toh kan intinya tetap sama," ucap Argo.
Informasi tentang lima mobil ambulans yang diamankan itu diunggah oleh akun twitter @TMCPoldaMetro. Dalam cuitan itu, diketahui ambulans diamankan pada pukul 02.15 WIB, Kamis (26/9). Akun Instagram @tmcpoldametro juga mengunggah konten yang sama.

Namun, saat ini, cuitan di Twitter diduga sudah dihapus. Sedangkan unggahan di akun Instagram masih bisa diakses.

Kepolisian kemudian mengklarifikasi perihal informasi sejumlah mobil ambulans yang diduga membawa batu dan bensin saat aksi di demo di sekitar Gedung DPR/MPR.

Argo mengatakan pada saat kejadian anggota Brimob yang bertugas dilempari batu oleh perusuh. Kemudian, perusuh yang melakukan aksi pelemparan itu mencari perlindungan dengan masuk ke dalam mobil ambulans.

Atas dasar itu, sempat muncul anggapan di kalangan anggota Brimob yang bertugas bahwa mobil ambulans itu digunakan oleh perusuh. Padahal, dikatakan Argo, justru oknum perusuh itu yang kemudian memanfaatkan mobil ambulans untuk berlindung.

"Jadi anggapan dari Brimob ini diduga mobil yang digunakan untuk perusuh, tapi bukan," ujarnya.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta meminta pihak kepolisian untuk merehabilitasi nama baik institusinya terkait informasi mobil ambulans yang membawa batu dan bensin saat aksi demo di sekitar Gedung DPR/MPR.

"Kami minta agar rehabilitasi nama baik institusi Pemprov DKI Jakarta termasuk jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti.
[Gambas:Video CNN] (dis/ain)