Selain itu, pihaknya berencana melakukan kegiatan bakar lilin bersama di depan kantor Muhammadiyah pada Kamis (26/9).
"Nanti malam kami akan salat gaib dan bakar lilin bersama di depan jalan Menteng Raya nomor 62, depan kantor Muhammadiyah," ujar Ketua Umum DPP IMM Najih Prasetyo kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (26/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas hal itu, IMM menyerukan untuk melakukan pengepungan terhadap Polda masing-masing daerah untuk meminta pertanggungjawaban resmi dari pihak kepolisian.
Ia meceritakan asal mula peristiwa itu terjadi saat ada provokasi lemparan sesuatu ke arah kerumunan massa. Saat itu, massa aksi akan membubarkan diri setelah selesai menyuarakan tuntutan mereka.
Namun, pihaknya belum dapat mengidenifikasi pelemparan tersebut hingga pihak kepolisian memberikan keterangan resmi terkait kericuhan tersebut.
"Kami juga belum tahu apa yang dilempar itu benar-benar batu atau bukan, apakah dilempar beneran. Kami juga belum tahu sampai laporan dibuat resmi pihak kepolisian," kata Najih.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, diperlihatkan keadaan almarhum yang sedang digotong oleh beberapa orang untuk dipindahkan ke rumah sakit menggunakan mobil pikap.
Najih mengatakan nyawa Randi tidak dapat terselamatkan ketika sedang dibawa ke rumah sakit.
"Sempat diangkat dan diamankan ke pinggir. Baru setelah itu kemudian beliau meninggal ketika mau dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (mjo/pmg)