IMM Serukan Salat Gaib untuk Mahasiswa Tewas di Kendari

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 19:34 WIB
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merespons meninggalnya Immawan Randi saat unjuk rasa di Kendari. Seluruh kader IMM diimbau salat gaib dan bakar lilin. Mahasiswa menggelar salat saat aksi. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memberikan imbauan kepada seluruh anggotanya melakukan salat gaib. Hal ini sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya kader IMM, Immawan Randi, saat mengikuti unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulawesi Utara.

Selain itu, pihaknya berencana melakukan kegiatan bakar lilin bersama di depan kantor Muhammadiyah pada Kamis (26/9).

"Nanti malam kami akan salat gaib dan bakar lilin bersama di depan jalan Menteng Raya nomor 62, depan kantor Muhammadiyah," ujar Ketua Umum DPP IMM Najih Prasetyo kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (26/9).


Menanggapi wafatnya Kader IMM itu, pihaknya sepakat untuk tidak mempersoalkan jenis peluru yang bersarang di dada mahasiswa Universitas Halu Oleo tersebut. Ia lebih menekankan pada kekecewaan terhadap bentuk pengamanan aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa mahasiswa.


Atas hal itu, IMM menyerukan untuk melakukan pengepungan terhadap Polda masing-masing daerah untuk meminta pertanggungjawaban resmi dari pihak kepolisian.

"Tekan Kapoldanya, usut kasus ini dan tangani secara terbuka. Biar kami tahu siapa yang melakukan penembakan dan apa motif melakukan penembakan kepada kader IMM di Kendari," jelasnya.

Ia meceritakan asal mula peristiwa itu terjadi saat ada provokasi lemparan sesuatu ke arah kerumunan massa. Saat itu, massa aksi akan membubarkan diri setelah selesai menyuarakan tuntutan mereka.


Namun, pihaknya belum dapat mengidenifikasi pelemparan tersebut hingga pihak kepolisian memberikan keterangan resmi terkait kericuhan tersebut.

"Kami juga belum tahu apa yang dilempar itu benar-benar batu atau bukan, apakah dilempar beneran. Kami juga belum tahu sampai laporan dibuat resmi pihak kepolisian," kata Najih.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, diperlihatkan keadaan almarhum yang sedang digotong oleh beberapa orang untuk dipindahkan ke rumah sakit menggunakan mobil pikap.

Najih mengatakan nyawa Randi tidak dapat terselamatkan ketika sedang dibawa ke rumah sakit.

"Sempat diangkat dan diamankan ke pinggir. Baru setelah itu kemudian beliau meninggal ketika mau dibawa ke rumah sakit," ujarnya.


[Gambas:Video CNN] (mjo/pmg)