Pantauan jurnalis Transmedia, Zainal Ishaq mengatakan korban berdiri di perempatan Jalan Made Sabara dan Abdullah Silambae, sekitar 200 meter dari Gedung DPRD Sultra.
Posisi Randi berada di dekat kantor Bulog, tak jauh dari Gedung DPRD Sultra. Saat itu barisan mahasiswa memang memadati area sekitar Gedung DPRD. Rekan korban menceritakan Randi tiba-tiba roboh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, para mahasiswa membawa Randi ke rumah sakit Korem karena jaraknya lebih dekat dari lokasi kejadian. Namun dalam perjalanan, nyawa korban tak bisa diselamatkan.
Danrem 143 Haluoleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto membenarkan terkait meninggalnya Randi. Menurutnya, Randi meninggal saat dibawa ke rumah sakit.
Yustinus mengatakan terdapat luka di bagian dada sebelah kanan. Namun dia tak bisa memastikan penyebab luka tersebut.
"Saya lihat langsung ke sana ada luka di bagian dada sebelah kanan," kata Yustinus kepada CNN Indonesia TV.
"Apakah itu luka tembak atau luka tusuk, kami belum bisa pastikan. Kami tunggu hasil otopsi Rumah Sakit Abu Nawas," tambahnya.
[Gambas:Video CNN] (pmg)