Masyita mengatakan, Yusuf masuk ke RS Bahteramas dari RS Ismoyo Korem 143/Halu Oleo dalam keadaan kritis. Saat itu, dokter di RS Bahteramas langsung melakukan operasi.
"Malam itu setelah operasi pasien masuk ICU, tetap dalam keadaan tidak sadar. Kemudian sampai jam 4 subuh pasien dinyatakan meninggal," ujar Masyita seperti disiarkan CNN Indonesia TV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyita menambahkan, selama masa kritis dan dalam penanganan di RS Bahteramas, pihak keluarga dan rekan-rekan Yusuf turut mendampingi.
Randi dan Yusuf merupakan mahasiswa Halu Oleo yang mengikuti aksi mahasiswa di Kendari menolak pengesahan RKUHP dan RUU kontroversial lain, serta batalkan revisi UU KPK.
Namun dalam perjalanan, nyawa korban tak bisa diselamatkan. Dari RS Korem, lalu jasad dibawa ke RSUD Abunawas.
[Gambas:Video CNN]
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt menyatakan Kapolda Sultra telah memerintahkan jajarannya membentuk tim gabungan. Hal tersebut sebagai solusi penolakan autopsi dari pihak keluarga Randi.
"Kita tetap melakukan penyelidikan terhadap hal ini karena Kapolda sudah membentuk tim gabungan," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.
(osc/ain)