Ricuh di Makassar, Wartawan Kena Anak Panah di Dada

CNN Indonesia | Jumat, 27/09/2019 21:10 WIB
Selain bom molotov, pelaku aksi diduga memakai anak panah yang akhirnya menimbulkan luka ke wartawan yang tengah meliput. Selain bom molotov, pelaku aksi diduga memakai anak panah yang akhirnya menimbulkan luka ke dua wartawan yang tengah meliput. (Foto: CNNIndonesia/Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kericuhan kembali terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan antara mahasiswa dan polisi pada malam ini. Selain bom molotov, pelaku aksi diduga memakai anak panah yang akhirnya menimbulkan luka ke dua wartawan yang tengah meliput.

Lokasi unjuk rasa masih di sekitar kantor DPRD Sulsel dan fly over kawasan Jalan Urip Sumoharjo. Massa pengunjuk rasa bukan hanya yang berjas almamater berbagai warna tapi juga yang berpakaian biasa.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, kericuhan akhirnya pecah di tengah aksi menjelang Magrib. Khususnya yang ada di bawah fly over menuju arah Jalan AP Pettarani. Pengunjuk rasa dan aparat kepolisian saling balas lemparan batu dan tembakan gas air mata.


Belum diketahui pihak mana yang memulai lemparan batu. Pengunjuk rasa di Jalan AP Pettarani dipukul mundur dengan tembakan gas air mata hingga menjauh dari fly over, lokasi yang menjadi titik aksi.


Beberapa menit kemudian, kericuhan berhenti. Sebagian mahasiswa berjas almamater hijau menggelar salat magrib dan dijaga kepolisian.

Namun lepas ibadah, kericuhan kembali berlangsung di ujung fly over, sisi kiri kantor DPRD Sulsel. Selain lemparan batu, sebagian pelaku aksi juga melepaskan anak panah, bom molotov dan petasan.

Berkali-kali keluar seruan dari mobil polisi melalui alat pengeras suara meminta warga untuk membubarkan diri namun diabaikan.

Akhirnya tembakan gas air mata pun kembali ditembakkan bertubi-tubi ke arah lorong Jalan Pampang. Tidak lama kemudian, kericuhan mulai mereda karena massa bubar.

Di dalam insiden ini, dua jurnalis jadi korban anak panah. Mereka adalah Erwin, jurnalis dari Kabarmakassar.com dan Rusdi dari Makassartoday.com.


Anak panah yang mengenai Erwin hanya menyerempet di topi sisi kanan. Sementara anak busur yang mengenai Rusdi cukup parah. Malam ini masih dirawat di RS Awal Bross.

"Kena dada kanan, kedalaman sekitar 2 cm. Dokter mengharuskan untuk opname untuk dipantau perkembangannya. Sementara ini tidak ada organ dalam tubuh yang terkena," tutur Rusdi. (svh/asa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK