Jokowi: Jangan Geser Kerusuhan di Wamena Jadi Konflik Etnis

CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 13:54 WIB
Jokowi: Jangan Geser Kerusuhan di Wamena Jadi Konflik Etnis Jokowi melarang semua pihak menyebut kerusuhan yang terjadi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua menjadi sebuah konflik etnis. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak tak menggeser atau menyebut kerusuhan yang terjadi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, menjadi sebua konflik etnis. Jokowi mengklaim kerusuhan di Wamena disebabkan oleh kelompok kriminal bersenjata.

"Jadi jangan ada yang menggeser-geser ini menjadi kaya sebuah konflik etnis, bukan. Ini adalah kelompok kriminal bersenjata yang dari atas, dari gunung turun ke bawah dan melakukan pembakaran-pembakaran rumah warga" kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9).


Presiden terpilih itu mengatakan aparat TNI dan Polri telah melakukan pengamanan untuk melindungi semua warga di Wamena. Menurut Jokowi, Polri juga telah menangkap beberapa tersangka yang melakukan pembunuhan dan pembakaran.


Jokowi: Jangan Geser Kerusuhan di Wamena Jadi Konflk EtnisWarga tinggal wilayah konflik Wamena, Papua. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

"Yang ingin perlu sampaikan bahwa aparat keamanan telah bekerja keras untuk melindungi semua warga," ujarnya.


Jokowi pun menyampaikan duka cita terhadap korban kerusuhan di Wamena yang mencapai 33 orang. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan menghindari provokasi dan fitnah atas kejadian di Wamena.

"Seluruh masyarakat tetap tenang, menahan diri dan menghindarkan dari semua provokasi-provokasi dan fitnah-fitnah yang kita lihat di media sosial begitu sangat banyaknya isu-isu yang dikembangkan," tuturnya.

[Gambas:Video CNN] (fra/DAL)