Sakit, Anggota BPK Rizal Djalil Batal Diperiksa KPK

CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 21:13 WIB
Sakit, Anggota BPK Rizal Djalil Batal Diperiksa KPK Anggota IV BPK Rizal Djalil. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) Rizal Djalil batal diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran mengeluh sakit.

Semula, dia dijadwalkan dimintai keterangan untuk tersangka Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo terkait dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018.

"Saksi Rizal Djalil, Anggota BPK tadi datang sekitar Pukul 9 namun tidak jadi dilakukan pemeriksaan karena yang bersangkutan mengeluh sakit sehingga pemeriksaan akan dijadwalkan kembali pada hari Kamis, 3 Oktober 2019," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (30/9).
Penyidik KPK hanya melakukan pemeriksaan terhadap saksi Leonardo Jusminarta Prasetyo untuk hari ini. Febri menjelaskan pihaknya mencecar Leonardo perihal aliran dana yang diterima Rizal Djalil.


"Dari saksi tersebut penyidik mendalami keterangan saksi terkait dugaan pemberian suap terkait proyek SPAM di Kementerian PUPR pada tersangka," kata Febri.

Dalam perkara ini, KPK sudah menggeledah kantor PT Minarta Dutahutama (PT MD) terkait dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018, pada Jumat (27/9) kemarin.

Febri menyatakan pihaknya menyita sejumlah dokumen dan barang bukti terkait perkara.

"Hingga Jumat malam kemarin tim sudah lakukan penggeledahan di kantor PT MD [Minarta Dutahutama] di Tower Ayodya, Jakarta. Dari penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen proyek SPAM dan barang bukti elektronik," kata Febri kepada wartawan, Senin (30/9).
KPK juga telah mengirimkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap Anggota IV BPK RI Rizal Djajil dan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo selama 6 bulan ke depan. Pencegahan dilakukan guna keperluan penyidikan.

Penetapan tersangka terhadap kedua orang ini merupakan pengembangan penanganan dari operasi tangkap tangan yang dilakukan tim penindakan KPK pada Desember 2018.
[Gambas:Video CNN] (ryn/ugo)