Massa Berkumpul Dekat Markas FPI, Aparat TNI dan Polri Siaga

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 02:44 WIB
Massa Berkumpul Dekat Markas FPI, Aparat TNI dan Polri Siaga Personel TNI berada di antara seratusan orang yang memenuhi ruas Jalan Petamburan III, Tanah Abang, sambil membakar seuatu pada Selasa (1/10) dini hari. (CNNIndonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar seratusan orang berkumpul di depan gang sekretariat Front Pembela Islam (FPI) yang berada di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (1/10) dini hari. Sementara aparat TNI dan Polri berjaga di antara mereka.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, beberapa orang yang berada di tengah massa melontarkan berbagai umpatan sarat provokasi. Personel TNI berada dekat dengan barisan massa dan berusaha menjaga agar kerusuhan tidak terjadi.


Sementara sekitar 150 meter dari titik kumpul massa, aparat kepolisian membuat barisan pelindung dengan tameng yang digunakannya.

Beberapa orang dari gerombolan itu terlihat memegang bambu. Tak ada spanduk ataupun atribut aksi yang biasanya menjadi khas demonstrasi. Tidak jelas pula apa yang menjadi tuntutan ratusan orang itu berkumpul di sekitar Petamburan.


Massa juga membakar sejumlah benda di jalanan. Mereka menyanyikan lagu-lagu nasional, seperti Indonesia Pusaka.

Efek gas air mata masih terasa begitu kuat, meski tembakan yang dilancarkan pihak kepolisian sudah dihentikan. Kondisi ruas jalan Petamburan III sudah dipenuhi oleh sampah, pecahan batu, dan terlihat benda yang dibakar.


Sementara lalu lintas di Jalan Petamburan III mati akibat hal tersebut.

Sebelumnya, sbuah mobil yang terpakir di depan Polsek Tanah Abang diduga dibakar oleh massa saat terjadi kerusuhan.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono membenarkan bahwa memang ada mobil terbakar di depan Polsek Tanah Abang.

"(Yang terbakar) ada mobil orang yang parkir di pinggir jalan," kata Lukman saat dikonfirmasi, Senin (30/9).

Sementara itu, petugas Damkar Jakarta Pusat Jujung mengatakan kejadian itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.


[Gambas:Video CNN] (ryn/pmg)